Baru Rampung, Proyek Jaringan Irigasi Tersier di Metro Sudah Retak-Retak

img
Baru rampung dikerjakan, kondisi bangunan JIT di Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat sudah retak. Foto: Rio

MOMENTUM, Metro--Dijatah anggaran sekitar Rp3 miliar pada anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2020. Hasil pengerjaan proyek fisik Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro terkesan asal jadi dan amburadul.

Contohnya, proyek jaringan irigasi tresier (JIT) di Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat. Meskipun baru beberapa hari rampung dikerjakan, namun sebagian fisik bangunan JIT sudah retak dan pecah.

"Awalnya saja bagus. Tapi lewat sepuluh hari kok sudah retak-retak begini. Kok hasilnya seperti begini," kata petani setempat, Zainudin pada Harianmomentum.com, Senin (23-11-2020).

Dia melanjutkan, dalam proses pengerjaan proyek JIT, petani tidak diajak koordinasi. Sehingga proses pekerjaannya luput dari pengawasan petani setempat.

"Kemarin pas pekerjaanya, petani tidak ada yang melihat pekerjaanya ini. Jadi kami tidak ikut mengawasi karena tidak ada omongan. Lah, gimana kalau hasilnya sudah retak begitu," katanya.

Dia menduga volume material yang digunakan seadanya. "Mekanisme pekerjaan lantai bawahnya pasir, pas pekerjaannya itu pasir terus sisa adukan semen," katanya.

Di tempat berbeda, Kepala DKP3 Kota Metro, Heri Wiratno mengatakan pengelolaan APBD-P tahun 2020 terbagi dalam beberapa kegiatan. Antara lain, proyek pembangunan jalan usaha tani (JUT), jaringan irigasi tresier (JIT), hingga bangunan kantor.

"APBD Perubahan tahun ini sekitar tiga miliar. Dan saya tidak ada menutupi anggaran, semua terbuka," ujarnya.

Menurut dia, mekanisme kegiatan proyek fisik dan pengelolaan anggaran dilakukan pihaknya secara terbuka untuk umum.

"Silakan saja dipublish semua pengerjaan proyeknya. Tidak ada masalah, itu urusan pemborongnya," ucapnya.

Sayangnya, kondisi di lapangan berbalik dengan pernyataan Kepala DKP3 Kota Metro. Karena, sejumlah proyek kegiatan yang dilakukan tidak terdapat papan informasi kegiatan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Terlebih, hasil pengerjaan JUT dan JIT DKP3 Kota Metro banyak menuai keluhan petani karena hasilnya dinilai tidak berkualitas baik. (**)

Laporan: Adipati Opie/Rio

Editor: M Furqon.



Leave a Comment