Berawal dari Hobi, Buyung Raih Untung dari Usaha Mobil Mainan Anak

img
Buyung Santoso, pengrajin miniatur dan mainan anak di Desa Sungailangka. Foto. Rifat.

MOMENTUM, Gedongtataan--Hobi tidak melulu menguras isi dompet. Bahkan, bermodalkan kreativitas, hobi bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukan Buyung Santoso, warga Desa Sungailangka, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Kegemarannya membuat miniatur bus dan truk untuk mainan anak-anak, tidak hanya menguntungkan secara finansial bagi Buyung. Tetapi juga menjadi lapangan kerja bagi sejumlah warga.

Empat belas tahun silam, tepatnya pada tahun 2006, dia mulai merintis usaha memproduksi miniatur bus dan truk mainan anak-anak.

"Saya merintis usaha mainan anak-anak berupa miniatur bus dan truk ini dari tahun 2006. Awalnya hobi. Namun akhirnya berkembang menjadi sumber penghasilan," terang Buyung saat di temui harianmomentum.com di kediamannya, Senin (23-11-2020).

Tak hanya mengejar keuntungan pribadi, dia juga mengajak sejumlah warga yang dihimpun dalam kelompok perajin rumahan.

"Kami bermitra bersama bank BRI pada tahun 2006. Dengan pinjaman modal awal Rp3 juta. Sekarang meningkat menjadi Rp150 juta hasil kolektif 42 pengrajin. Setiap pengrajin mendapatkan pinjaman sebesar Rp5 juta tanpa bunga selama setahun," tambahnya.

Kerja keras dan ketekukan Buyung membuahkan hasil. Dia mengaku perjalanan usahanya tidak mulus. "Alhamdulillah, sekarang karyawan kami ada 42 orang," katanya.

Berbahan baku papan, triplek dan karet serta perpaduan PVC dengan kreatifitas yang dimiliki, Buyung Santoso menghasilkan produk miniatur bus dan truk yang memiliki nilai jual dan bersaing dengan produk pabrikan luar negeri.

"Kami yakin dapat bersaing dengan produk pabrikan luar negeri. Produk kami memiliki pangsa pasar seperti penghobi dan kolektor kendaraan, terutama anak-anak dan kami memiliki produk dengan ciri khas tersendiri," tegasnya.

Buyung Santoso mengatakan harga produk miniatur bus dan miniatur truk bervariasi mulai dari Rp100 ribu hingga Rp2 juta per unit. Dengan omset penjualan setiap bulan sekitar 800 unit.

Pangsa pasarnya tidak hanya daerah Lampung, tetapi juga sudah merambah sampai Palembang, Sumatera Selatan dan Jabodetabek. "Kami pasarkan produk-produk tersebut dengan memanfaatkan media sosial, seperti YouTube dan Facebook, " tuturnya.

Buyung Santoso mengharapkan pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran dapat membentuk suatu wadah untuk mempromosikan hasil produksi para pengerajin mainan anak di Desa Sungailangka. Harapannya, industri kecil seperti yang dimiliki, akan terbantu dan lebih berkembang. (*)

Laporan: Rifat Arif.

Editor: M Furqon.



Leave a Comment