Aplikasi Lendir

img
Agung Darma Wijaya, Wartawan Harian Momentum

MOMENTUM-- Kemajuan teknologi pada hakikatnya mempermudah urusan manusia. Hampir semua aktifitas bisa dilakukan dengan memanfaatkan sambungan internet.

Ibarat makan, internet merupakan menu wajib yang harus tersedia di meja makan.

Tanpa internet, semua aktifitas di dunia maya tidak akan bisa berjalan. Betul?

Bicara internet tentu tak bisa lepas dari smartphone (telepon pintar). Hampir semua orang sudah menggunakannya. Meski tipe dan merknya berbeda, tapi fungsinya nyaris serupa.

Adanya smartphone pun memudahkan kita dalam berkomunikasi. Tidak hanya suara, sekarang kita sudah bisa berbicara sambil tatap muka. Bahasa kerennya video call.

Berbagai macam aplikasi untuk menunjangnya pun banyak dan mudah diunduh serta gratis. Kita hanya cukup menyiapkan kuota internetnya saja.

Kemajuan teknologi yang kian pesat, tentu sangat memudahkan kita dalam segala hal.

Tetapi, ada saja yang memanfaatkan kemajuan teknologi itu untuk hal-hal yang negatif.

Contohnya aplikasi "michat". Tujuan aplikasi itu sebenarnya bagus, untuk memudahkan kita berkomunikasi dan mencari teman. Sayangnya, penggunaan aplikasi banyak menyimpang. 

Awalnya saya dengar dari teman. Katanya aplikasi itu banyak menawarkan jasa prostitusi online oleh penggunanya. Saat saya mengunduhnya, ternyata memang benar.

Saya pun iseng mencoba berkomunikasi dengan salah satu penyedia jasa lendir tersebut.

Harga yang ditawarkannya pun bervariasi. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Sistemnya pun beragam. Ada yang harus memberikan transferan uang muka. Ada pula yang bayar di tempat.

Saya pun bertanya-tanya, kenapa aplikasi itu justru bisa dimanfaatkan untuk bisnis haram. 

Lalu, kenapa aparat penegak hukum hanya diam saja? Apa mungkin mereka tidak tahu?

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga tidak berusaha memblokir aplikasi tersebut. 

Kalau terus dibiarkan, aplikasi itu justru akan merusak generasi bangsa. Apalagi, sekarang anak-anak sudah banyak yang menggunakan smartphone.

Siapa yang bisa menjamin mereka tidak mengunduhnya? Apalagi, iklannya sering ke luar di youtube atau media sosial lainnya.

Saya harap, aparat penegak hukum bisa menindak tegas pelaku prostitusi online di michat. Bila perlu diblokir. Sehingga tidak meresahkan dan merusak generasi bangsa ini. Sekian. Tabik pun. (**)



Leave a Comment