Waspada Bencana Hidrometeorologi, BPBD Mesuji Siaga 24 Jam

img
Ilustrasi. Ist.

MOMENTUM, Mesuji -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mesuji siaga 24 jam menghadapi bencana hidrometeorologi yang terjadi karena perubahan iklim dan suaca ekstrem. Puncaknya, diperkirakan terjadi pada Maret 2024.

Sekertaris BPBD kabupaten Mesuji Hendra Cipta mengatakan, langkah tersebut mengacu pada keptusan Bupati Mesuji tentang siaga darurat bencana hidrometeorologi tahun 2024. 

Berdasarkan informasi bencana Hidrometeorologi dari BMKG Propinsi Lampung, wilayah Kabupaten Mesuji akan mengalami curah hujan tinggi atau ekstrem dari normal hingga di atas normal. Puncaknya pada Maret 2024. 

Dia menjelaskan, hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan. 

Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas. Penyebabnya adalah perubahan iklim dan cuaca ekstrem, terang Hendra mewakili Kadis BPBD, Rabu 6 Maret 2024.

Menghadapi bencana tersebut, BPPD menyiapkan dua petugas piket di posko siaga bencana. "Kami juga menghimbau kepada masyarakat yang tinggal diwilayah rawan dan sudah kejadian selalu waspada sewaktu-waktu terjadi bencana," katanya.

Disebutkan, wilayah yang rawan dan sudah kejadian akan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Mesuji, antara lain di Kecamatan Simpang pematang: Desa Simpangpematang, Simpangmesuji, Harapanjaya, Jayasakti, Margomakmur, Bangunmulyo dan Ajijaya.

Kecamatan Pancajaya, Desa Adiluhur. Kecamatan Wayserdang: Desa Labuhanbatin. Kecamatan Mesuji Timur: Desa Wonosari, Dwikarya Mustika, Talangbatu. Kecamatan Mesuji: Tirtalaga, Sungai Badak, Sukamaju, Sumber Makmur. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos