MOMENTUM, Bandarlampung -- Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan program kerja ke Jepang sebagai strategi penguatan sumber daya manusia (SDM). Program ini menyasar lulusan SMA dan SMK agar memiliki kompetensi global dan etos kerja tinggi.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Sosialisasi Peluang Kerja Sektor Konstruksi Jepang bagi pelajar SMA/SMK se-Provinsi Lampung di Aula SMAN 2 Bandarlampung, Kamis (12/2/2026).
Gubernur mengatakan pengiriman tenaga kerja ke Jepang merupakan langkah strategis untuk mencetak SDM unggul dan kompetitif. Menurutnya, banyak alumni pekerja migran dari Jepang berhasil meningkatkan taraf hidup setelah kembali ke Indonesia.
Ia menyebut para alumni mendapatkan pengalaman teknologi terbaru, disiplin kerja, serta penghasilan layak selama bekerja di Jepang. Sebagian di antaranya mampu membangun usaha di berbagai sektor setelah pulang ke daerah asal.
“Saya sudah bertanya langsung kepada para alumni. Mereka dihormati, belajar teknologi, dan bisa menabung untuk membangun usaha saat kembali,” ujarnya.
Pemprov Lampung mencatat sekitar 8.500 siswa SMA/SMK memiliki minat mengikuti program kerja ke Jepang. Gubernur meminta para siswa menjaga sikap dan etos kerja karena akan menjadi representasi daerah dan negara di tingkat internasional.
Sementara itu, perwakilan Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) Jepang menyampaikan negaranya sedang menghadapi penuaan tenaga kerja konstruksi. Jepang membutuhkan tambahan pekerja muda terampil dari luar negeri.
Saat ini terdapat sekitar 5.000 pekerja konstruksi asal Indonesia yang bekerja di Jepang. Mereka dinilai memiliki kinerja dan kontribusi yang baik.
MLIT juga menyatakan telah menyiapkan sistem pengembangan karir konstruksi untuk memastikan tenaga kerja asing ditempatkan sesuai kualifikasi. Lingkungan kerja terus dikembangkan agar aman dan berbasis teknologi digital.
Perwakilan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI menyatakan dukungan terhadap inisiatif Pemprov Lampung. Program ini akan dijadikan percontohan bagi provinsi lain.
BP2MI bersama Pemprov Lampung berkomitmen memastikan perlindungan pekerja dan peningkatan kompetensi teknis serta kemampuan bahasa Jepang.
Pemprov Lampung juga menyiapkan pelatihan bahasa Jepang secara intensif untuk membekali calon peserta agar memenuhi standar industri di Jepang. (**)
Editor: Muhammad Furqon
