Presiden Prabowo Umumkan Indonesia Kembali Swasembada Beras

img
Presiden Prabowo Subianto panen raya nasional yang dipusatkan di Karawang, Jawa Barat. Foto: Ist.

MOMENTUM, Karawang -- Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan, Indonesia kembali mencapai swasembada pangan, khususnya beras, hanya dalam waktu satu tahun pemerintahan. 

Pengumuman tersebut disampaikan dalam Panen Raya Nasional yang dipusatkan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7-1-2026). 

Kegiatan tersebut diikuti secara virtual oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dari Balai Desa Kutoarjo, Kabupaten Pesawaran.

“Dalam satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain,” kata Prabowo dalam arahannya yang disiarkan melalui kanal resmi Kementerian Pertanian dan Sekretariat Negara.

Presiden menyebut capaian swasembada beras tersebut lebih cepat dari target awal pemerintah yang diproyeksikan tercapai dalam empat tahun.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyinggung langkah penegakan hukum di sektor sumber daya alam. Pemerintah telah menyita sekitar 4 juta hektare kebun sawit ilegal dan menargetkan tambahan 4–5 juta hektare pada 2026 untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Presiden Prabowo turut menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas kontribusinya dalam mewujudkan swasembada pangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya menyampaikan stok beras nasional saat ini mencapai 3,2 juta ton, melampaui capaian saat Indonesia memperoleh penghargaan FAO pada 1984 yang kala itu sekitar 2 juta ton.

Amran juga mengungkapkan konsumsi beras sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) mencapai 12 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah, meningkat 49 persen. Ia menegaskan pemerintah akan menindak tegas pihak yang memainkan harga pangan.

“Kalau ada yang mainkan harga, kami koordinasi dengan penegak hukum. Lebih baik izinnya dicabut daripada mengganggu 286 juta rakyat,” ujar Amran.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional tercatat di angka 125, tertinggi sepanjang sejarah, sementara ekspor sektor pertanian meningkat 33 persen dengan nilai mencapai Rp158 triliun. (**)






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos