Resolusi 2026 PTPN I: Berkontribusi Laba hingga ‘Circular Economy’

img
Dirut PTPN I Teddy Yunirman Danas saat penyerahan tumpeng acara “Refleksi 2025 dan Resolusi 2026” di Gedung Agro Plaza, Jakarta.

MOMENTUM, Jakarta--Pucuk nasi tumpeng berwarna kuning emas itu ditunas dan dipindahkan ke dalam piring dengan hati-hati oleh Teddy Yunirman Danas. Ia meminta Seger Budiarjo, Komisaris Utama PTPN I untuk mendekat. Lalu, dengan percaya diri Teddy menyerahkan sajian simbolik acara “Refleksi 2025 dan Resolusi 2026” di Gedung Agro Plaza, Jakarta itu kepada Seger, Senin (5-1-2026).

“Tumpeng ini saya serahkan kepada Pak Seger Budiharjo sebagai simbol tanggung jawab kinerja seluruh insan PTPN I kepada Dewan Pengawas Perusahaan, yakni Dewan Komisaris. Semangatnya, setelah mencatatkan kinerja cukup progresif di 2025, kami akan persembahkan kinerja 2026 yang lebih baik,” kata Teddy Yunirman Danas.

Potongan tumpeng selanjutnya diberikan kepada Ketua Umum SPBUN PTPN I. Ini melambangkan sinergi yang utuh antara manajemen, pengawas, dan pekerja sebagai jantung dan jiwa perusahaan.

Di hadapan Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Region Head, Direktur Anak Perusahaan, Kepala Divisi, dan karyawan yang hadir secara langsung maupun yang menyaksikan secara daring dari Unit Kerja, sinergi yang tercipta antara manajemen, pengawas, dan pekerja itu mendapatkan sambutan hangat. Simbolisasi tutup buku 2025 dan proyeksi 2026 itu menjadi seremoni mengakhiri acara yang mengangkat tema “Melaju, Bertumbuh, Mengukir Prestasi” itu.

Presentasi mengakhiri 2025 dan mengawali 2026 ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran manajemen untuk menyatukan visi dalam mengejar pertumbuhan positif yang signifikan di tahun yang baru.

Dalam paparannya, Teddy Yunirman Danas menyebut pencapaian kinerja 2025 cukup progresif dan melampaui target. Ia menyebut tahun 2025 sebagai periode yang penuh dinamika, tetapi berhasil dilewati dengan hasil yang membanggakan berkat penerapan konsep kerja keras, kerja smart, dan kerja ikhlas.

Secara kuantitatif, Teddy memaparkan performa keuangan perusahaan yang menunjukkan tren positif. Hingga November 2025, PTPN I berhasil membukukan laba operasional (operating profit) sebesar Rp1,95 triliun, sebuah angka yang melampaui target RKAP sebesar Rp800 miliar. Selain itu, kondisi arus kas (cashflow) perusahaan tercatat sangat sehat di angka Rp900 miliar, atau setara dengan ketahanan dana cadangan untuk enam bulan masa operasional.

“Kita patut bersyukur bahwa kekuatan fundamental perusahaan, yang tercermin dari EBITDA sebesar Rp3,18 triliun, tetap kokoh. Kebangkitan ini juga didorong oleh performa komoditas unggulan kita. Jika pada 2024 hampir semua komoditas mengalami tekanan, pada akhir 2025 komoditas Karet, Kopi, Kakao, dan Tembakau telah berhasil menyumbangkan laba yang signifikan bagi perusahaan,” ujar Teddy.

Tentang resolusi 2026, Teddy mengatakan berfokus kepada “bisnis hijau” yang berkelanjutan dan mencapai lompatan besar (quantum leap). Perusahaan telah mematok target penjualan dari komoditas inti mencapai Rp9,2 triliun. Fokus utama akan diletakkan pada empat pilar strategis, yakni, peningkatan kinerja karet, perbaikan performa teh dan kopi, optimalisasi aset, serta pengembangan bisnis hijau (green business).

“Tantangan kinerja 2026 dapat dilihat pada target pendapatan yang mengalami kenaikan siginifikan. Karenanya kita perlu segera menyusuan program quick win untuk menjawab tantangan ini dengan semangat tinggi.”

Selaian capaian-capaian numerik, Teddy juga menyoroti masa depan Perusahaan dari produk-produk yang dihasilkan. Ia menekankan di tahun 2026, PTPN I harus beradaptasi dengan standar internasional dan tuntutan pasar global yang semakin kritis terhadap aspek lingkungan.

“Kita akan memperkuat circular economy dan memastikan seluruh produk kita memiliki sertifikasi lingkungan yang diakui dunia. Sinergi dan kolaborasi dalam keluarga besar PTPN I adalah kunci agar kita tetap unggul sebagai perusahaan agribisnis global yang terdiversifikasi,” tegasnya.

Dalam pengarahannya, Komisaris Utama PTPN I Seger Budiarjo memberikan pesan fundamental agar momen refleksi memasuki tahun ketiga pasca konsolidasi sebagai titik balik. Ia memberikan perumpamaan bahwa PTPN I kini sedang dalam tahap akhir "mengukir patung" prestasi yang sudah dirancang sejak awal integrasi. Ia meyakini bahwa tahun 2026 akan menjadi titik balik (tumpuan) bagi kejayaan perusahaan.

Seger juga memberikan catatan penting mengenai pentingnya semangat pengorbanan di masa restrukturisasi. Ia mengapresiasi loyalitas seluruh karyawan dan peran aktif Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (SPBUN) dalam menjaga keharmonisan hubungan industrial. 

“Dukungan pemegang saham dan kerja keras seluruh tim di lapangan akan memastikan bahwa target bottom line laba bersih sebesar Rp369,97 miliar pada tahun 2026 bukan sekadar angka, melainkan realitas yang harus kita capai bersama,” kata Seger.

Seger juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan menghindari pola kerja lama yang tidak produktif. Ia menyoroti dan mendorong generasi muda PTPN I untuk terus belajar dan mengasah kompetensi agar mampu membawa perusahaan "terbang di ketinggian baru".

Dengan semangat "One PTPN I", perusahaan optimis mampu menghadapi tantangan pasar global dan terus memberikan kontribusi ekonomi yang luar biasa bagi negara melalui program strategis seperti hilirisasi komoditas perkebunan. (*)






Editor: Agus Setyawan





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos