MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengalokasikan anggaran Rp1,25 triliun untuk perbaikan infrastruktur jalan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung M Taufiqullah mengatakan, anggaran tersebut untuk perbaikan 62 ruas jalan.
"Rencana perbaikan jalan yang akan dilakukan Dinas BMBK tahun 2026 sebanyak 62 ruas dengan total pembiayaan Rp1,25 triliun," kata Taufiq, Kamis (8-1-2026).
Menurut dia, perbaikan yang dilakukan mayoritas berupa rigid beton. Sesuai dengan arahan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal agar kualitas jalan lebih tahan lama.
Meski demikian, dia menjelaskan, perbaikan berupa fleksibel atau aspal tetap akan dilakukan.
"Pekerjaannya ada sedikit yang fleksibel, tapi tidak banyak. Hampir rata-rata semuanya rigid sesuai arahan Pak Gubernur Lampung," jelasnya.
Dia menyebutkan, dari 62 ruas jalan tersebut, 17 diantaranya diperbaiki dengan pinjaman daerah dari Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).
Dia optimis dengan perbaikan yang dilakukan tahun 2026, target kemantapan jalan dapat melampaui Rencana Strategis (Renstra).
"Target jalan mantap dalam Renstra kita di angka 80,8 persen. Posisi terakhir Desember kemarin sudah mencapai 79,79 persen. Insya Allah pasti melampaui target Renstra," sebutnya.
Diketahui, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal memfokuskan perbaikan infrastruktur jalan pada tahun 2026.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan mengatakan, 2025 merupakan tahun fondasi bagi pemprov dalam mengemban amanah kepemimpinan.
Pada tahun tersebut, Pemprov fokus menata arah pembangunan, memperkuat kolaborasi, serta memastikan seluruh unsur pemerintahan berjalan seiring dan saling menguatkan.
Memasuki tahun 2026, hasil dari kerja bersama tersebut mulai dirasakan masyarakat dimana pembangunan didorong dari hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan warga, mulai dari penguatan desa, penggerakan pasar rakyat, peningkatan produktivitas pertanian, hingga perbaikan pelayanan publik agar semakin cepat, mudah, dan berpihak kepada rakyat.
Salah satu perhatian utama Pemprov Lampung di tahun 2026 adalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.
Marindo menegaskan bahwa kebijakan pembangunan jalan dilakukan secara lebih terarah, berbasis kepadatan penduduk dan intensitas aktivitas masyarakat, agar setiap rupiah APBD benar-benar memberi dampak nyata.
“Pendekatan ini kitalakukan agar setiap rupiah uangdaerah benar-benar kembali kepadarakyat, berputar di Lampung, danmemberi dampak nyata bagimobilitas, konektivitas, sertapertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Pemprov Lampung menempatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada pos-pos prioritas, seperti infrastruktur jalan, pendidikan—khususnya pendidikan dan pelatihan vokasi—serta program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya
