MOMENTUM, Bandarlampung--Pembangunan Jembatan Way Bungur yang menghubungkan Desa Kalipasir-Tanjung Tirto di Kecamatan Waybungur Lampung Timur bakal dibangun ulang di lokasi berbeda.
Kepala BPJN Lampung Ali Duhari mengatakan, saat ini proses pembangunan jembatan tersebut masih dalam tahap desain ulang.
"Jembatan Way Bungur ini sekarang masih dalam tahapan desain. Dalam satu bulan ini kami targetkan desain teknisnya selesai," kata Ali, Selasa (3-3-2026).
Ia menuturkan jika rencana pembangunan Jembatan Way Bungur akan dilakukan di lokasi yang berbeda dari jembatan yang ada saat ini.
Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan teknis serta meningkatkan keamanan dan kelayakan infrastruktur.
"Kalau dari hasil diskusi terakhir, itu kita melaksanakan pembangunan di lokasi yang berbeda dengan yang sudah ada," jelasnya.
Meski demikian, dia belum dapat memastikan, kapan jembatan permanen tersebut akan mulai dibangun karena masih ada sejumlah tahapan administrasi yang harus dilalui.
"Setelah desain selesai, masih ada proses penganggaran. Kita juga belum tahu akan masuk di revisi DIPA ke berapa. Kemudian dilanjutkan dengan proses lelang, baru ke tahap pelaksanaan," terangnya.
Dia menyebutkan, jika dibangun tahun ini, maka kemungkinan pembangunannya akan dilakukan akhir tahun 2026. Tergantung pada kesiapan anggaran dan proses administrasi yang berjalan.
"Untuk rencana pengerjaan saya tidak bisa memastikan apakah tahun ini, karena setelah desain itu masih banyak proses. Jadi nggak bisa kita pastikan. Kalaupun tahun ini, mungkin ya di akhir dengan skema multi years contract," sebutnya.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kamis 5 Februari 2025 berkunjung ke Desa Kalipasir untuk meninjau proyek jembatan yang telah lama terbengkalai.
Dody mengatakan kunjungan itu merupakan tindak lanjut atas perhatian Presiden terhadap proyek infrastruktur yang terbengkalai akibat persoalan hukum.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Waybungur terhenti selama delapan hingga sepuluh tahun. Pemerintah akan menyiapkan penanganan menyeluruh, tidak hanya pada struktur jembatan, tetapi juga pengendalian banjir di kawasan sekitar.
Ia menyebut penanganan dilakukan setelah adanya keluhan masyarakat yang disampaikan ke pemerintah pusat. Presiden kemudian meminta agar penanganan segera dikoordinasikan.
“Kami datang langsung untuk melihat kondisi di lapangan sehingga langkah penanganannya bisa tepat,” kata Dody. (**)
Editor: Agung Darma Wijaya
