Pertama di Sumatera, 400 Taksi Listrik Bakal Beroperasi di Bandarlampung

img

MOMENTUM, Bandarlampung--Taksi berbasis kendaraan listrik bakal hadir di Lampung. Khususnya, melayani masyarakat Bandarlampung.

Untuk tahap awal, bakal dioperasikan 400 kendaraan taksi listrik di Bandarlampung yang dikelola Green SM Indonesia.

Hal itu terungkap usai Rapat Percepatan Pembentukan Ekosistem Kendaraan Listrik yang dipimpin Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Selasa (13-1-2026).

Managing Director Green SM Indonesia Deny Tjia mengatakan, Bandarlampung merupakan kota pertama di Sumatera yang bakal hadir layanan taksi listrik Green SM.

Deny menyebutkan, layanan taksi listrik tersebut ditargetkan bakal beroperasi pada bulan Ramadan mendatang.

"Untuk tahap awal disiapkan 400 unit, fokus di Bandar Lampung dulu. Insyaallah target launching di bulan Ramadan," kata Deny.

Menurut dia, saat ini manajemen masih masih dalam tahap riset untuk menentukan tarif yang sesuai dengan kondisi perekonomian masyarakat Lampung serta kompetitor yang ada.

Dia meyakini, kehadiran taksi listrik itu tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dengan penghasilan menjanjikan.

Deny mengungkapkan, estimasi pendapatan pengemudi (driver) berkisar antara Rp5 juta hingga Rp6 juta.

"Bahkan kalau benar-benar rajin, itu pendapatan bisa mencapai Rp11 juta sampai Rp12 juta," jelasnya.

Sementara, Gubernur mengayakan, kehadiran investor taksi hijau ini merupakan komitmen Pemprov agar energi baru terbarukan dapat terimplementasi dengan baik di Lampung.

"Kita ingin ke depan mengurangi tingkat polusi dan menjaga lingkungan agar tetap baik. Selama ini penggunaan kendaraan listrik di Lampung belum banyak, maka taksi berbasis listrik ini kita hadirkan," kata Mirza.

Dia menyebutkan, berdasarkan data Dinas Perhubungan yang mencatat bahwa kebutuhan taksi di Lampung mencapai 4.000 unit. Tetapi, ketersediaannya baru baru sekitar 2.000 unit dan seluruhnya masih menggunakan mesin konvensional.

"Selama ini penggunaan kendaraan listrik di Lampung belum banyak. Yang ada 2.000 dan belum ada yang listrik, masih konvensional semua," jelasnya.

Dia menyarankan untuk pengemudi diwajibkan dapat diserap dari warga lokal yang dibuktikan dengan KTP Lampung, serta berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah (Desil 1 sampai 5).

Selain itu, dia juga menambahkan, 30 persen dari jumlah pengemudi merupakan kaum perempuan.

Terkait infrastruktur pendukung, Gubernur memastikan bahwa ekosistem Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah disiapkan.

"Untuk SPKLU ekosistemnya sudah disiapkan, itu justru kita siapkan lebih dulu sebelum mobil-mobilnya ada," tutupnya. (**)









Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos