MOMENTUM, Bandung -- PTPN I melalui Unit Kerja Regional 2 menarget pembangunan kebun seluas 27 ribu hektare di Jawa Barat. Tiga komoditas yang akan dimassifkan adalah kelapa, karet, dan kopi. Langkah ini tertuang dalam roadmap strategi Perusahaan sampai 2029 sebagai dukungan konkret untuk suksesnya Program Astacita Presiden Prabowo.
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas mengatakan, seluruh strategi pengembangan bisnis perusahaan mengacu kepada Asta Cita. Lebih fokus lagi, PTPN I sebagai BUMN Perkebunan berbasis padat karya menerjemahkan setiap kebijakan bisnisnya kepada tiga aspek instruksi jangka pendek presiden, yakni pengentasan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan membangun simpul-simpul ekonomi baru.
“Asta Cita adalah grand design yang menjadi acuan utama. Delapan strategi itu kan dibreakdown ke dalam strategi penyerapan tenaga kerja, mengentaskan kemiskinan akut, dan menciptakan peluang usaha melalui simpul-simpul ekonomi baru. Nah, untuk wilayah Jawa Barat yang masuk kluster Regional 2, sampai 2029 secara keseluruhan kami proyeksikan membangun 45 ribu hektare kebun untuk kelapa, karet, dan kopi,” kata Teddy di Jakarta, Selasa (13/1/26).
Penekanan kepada tiga aspek itu sangat dominan pada program ini. Sejak 2025, PTPN I telah meluncurkan banyak proyek yang dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat sekitar kebun sebagai tenaga kerja. Selain menyerap tenaga kerja, PTPN I juga menggandeng masyarakat yang memiliki aset lahan dan berminat menjalin kemitraan dengan perusahaan untuk komoditas yang dikembangkan.

“Jadi, 45 ribu hektare lebih kebun yang kami bangun itu tidak semuanya inti, tetapi sebagian milik masyarakat dengan kerja sama sistem kemitraan atau plasma. Rasionya, 27 ribu hektare kebun inti alias milik perusahaan dan 19,5 ribu hektare kebun plasma. Artinya, dalam proyek ini pelibatan Masyarakat sekitar sangat besar sehingga tumbuh simpul ekonomi produktif baru yang mengangkat derajat kesejahteraan kawasan,” kata Teddy.
Di Regional 2, program ini sudah meluncur pada 2025. Namun demikian, yang sudah terlaksana pada awal dicanangkan baru seluas 2.145 hektare tanaman kopi, 50 hektare kebun inti dan 2.095 hektare kebun plasma. Pada 2026, ditargetkan akan tertanam bibit kelapa di kebun inti seluas 2.414 hektare, kebun plasma 7.000 hektare. Untuk tanaman kopi dipasang target kebun inti 1.360 hektare dan kebun plasma 6450 hektare. Sedangkan kebun karet akan ditanam 300 hektare kebun inti. Dalam program ini, tanaman karet plasma tidak ditargetkan.
Secara perinci, hingga tahun 2029 diharapkan akan terbangun kebun kelapa seluas 21.618 hektare (10.618 hektare inti dan 11.000 hektare plasma), tanaman kopi 16.563 hektare (9.130 hektare inti dan 8.545 hektare plasma), dan tanaman karet 7.376 hektare kebun inti.
Sinergi perusahaan dengan Masyarakat ini menjadi bagian krusial dari upaya perusahaan dalam mewujudkan swasembada yang inklusif. Dalam konteks ini, pertumbuhan korporasi berjalan selaras dengan peningkatan ekonomi para petani di wilayah operasional perusahaan.
Khusus untuk kelapa, perluasan lahan ini dipersiapkan sebagai basis penyediaan bahan baku utama. Setelah tanaman mulai produktif, perusahaan akan mendirikan pabrik gula kelapa guna memaksimalkan potensi hilirisasi di Jawa Barat.
“Dengan membangun basis produksi yang kuat, perusahaan mempersiapkan fondasi bagi tumbuhnya industri hilir, industry olahan, termasuk rencana pembangunan pabrik gula kelapa. Tujuannya, agar mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi sehingga Indonesia tidak lagi sekadar menjadi eksportir bahan mentah,” kata Teddy Yurnirman Danas.
Teddy juga menegaskan pencapaian target pengembangan lahan merupakan momentum krusial bagi transformasi PTPN I Regional 2. Fokus pada sinergi lahan Inti dan Plasma memastikan bahwa setiap jengkal tanah yang dikembangkan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan ekonomi nasional dan pemerataan kesejahteraan.
Melalui pengelolaan yang profesional dan modern, perusahaan optimis dapat menjaga konsistensi produksi hingga tahun 2029 guna menjamin suplai jangka panjang bagi ekosistem industri hilir di Tanah Air.
Melalui penguatan struktur produksi yang stabil dan terencana, PTPN I Regional 2 akan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk membawa Indonesia menuju kemandirian ekonomi melalui hilirisasi yang berdaya saing global. Langkah strategis ini sekaligus mengukuhkan posisi perusahaan sebagai agen pembangunan yang berkomitmen pada praktik agribisnis berkelanjutan demi masa depan perkebunan Indonesia yang lebih gemilang. (*)
Editor: Muhammad Furqon
