Perahu Sarat Pelajar dan Sepeda Motor di Lampung Timur Tuai Perhatian Publik

img
Sebuah perahu otok mengangkut puluhan pelajar dan sepeda motor menyeberangi sungai dari Desa Kalipasir menuju Tanjungtirto Waybungut Lampung Timur. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Sebuah video yang memperlihatkan perahu bermuatan pelajar dan sepeda motor menyeberangi sungai di Desa Kalipasir, Kecamatan Waybungur, Kabupaten Lampung Timur, beredar luas di media sosial dan menarik perhatian publik.

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Andre Angler Liar pada Minggu, 1 Februari 2026. Tayangan itu memperlihatkan sebuah perahu bermesin tempel—yang oleh warga setempat dikenal sebagai perahu otok—berlayar dalam kondisi sesak, mengangkut lebih dari 25 penumpang bersama sekitar 10 sepeda motor.

Umi Khoiriyah, pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) penyuluh keluarga berencana, mengungkapkan bahwa perahu tersebut merupakan akses utama warga untuk menuju wilayah Tanjungtirto.

“Nggeri-ngeri sedap, kak. Perahunya kecil, muatannya hampir selalu penuh. Tapi ini sudah jadi keseharian kami,” ujar Umi saat menceritakan kondisi penyeberangan sungai tersebut.


Menurutnya, setiap hari puluhan warga menyeberang sungai menggunakan perahu. Jika cuaca cerah dan debit air normal, waktu tempuh penyeberangan sekitar 10–15 menit. Namun saat hujan turun atau air sungai meluap, perjalanan menjadi lebih lama dan dinilai berisiko.

Desa Kalipasir dihuni sekitar 500 kepala keluarga. Akses pendidikan di desa ini hanya tersedia hingga jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat sekolah menengah atas (SMA), para pelajar harus keluar desa dan menyeberangi sungai tersebut.

“Anak-anak yang sekolah SMA harus menyeberang. Mau tidak mau, ya pakai perahu ini,” kata Umi.

Warga menyebutkan, rencana pembangunan jembatan penghubung sebenarnya pernah ada. Bahkan, tiang-tiang calon jembatan sempat dibangun di kedua sisi sungai. Namun hingga kini, proyek tersebut tidak berlanjut.

“Dulu katanya mau dibangun jembatan. Tiangnya sudah berdiri, tapi sampai sekarang tidak ada kelanjutan. Bahkan sekarang bangunannya mulai rusak,” ujarnya. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos