Diduga Peras Kontraktor, Oknum Wartawan dan Satpam Ditangkap Polisi Pesawaran

img
Proses penangkapan oknum wartawan. Foto: Ist.

MOMENTUM, Gedongtataan--Oknum wartawan diduga melakukan pemerasan dengan modus penyebaran informasi melalui media online dan meminta uang tebusan dari seorang kontraktor. Oknum tersebut melancarkan aksinya dibantu salah satu satpam RSUD Pesawaran sebagai orang dalam.

Kedua orang tersebut, masing-masing berinisial HI, oknum wartawan, dan HA, oknum satpam RSUD Pesawaran, ditangkap Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Presisi Satreskrim Polres Pesawaran.

Mereka diduga melakukan pemerasan terhadap seorang kontraktor dengan menyebarkan informasi di media online.

Kapolres Pesawaran AKBP. Alvie Granito Panditha mengatakan, HI menyebarkan informasi melalui media online terkait pembangunan instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit dan meminta uang agar pemberitaan tidak diperluas.

“HA berperan sebagai orang dalam karena bekerja di rumah sakit tersebut,” kata Alvie, Senin (2-2-2026).

Awalnya HI meminta Rp10 juta, namun setelah negosiasi korban menyerahkan Rp2,5 juta sebagai pembayaran awal. Berselang sehari, HI kembali menagih sisa uang melalui pesan singkat.

Merasa terancam, korban melapor ke polisi. Pada Kamis (29-1-2026), korban menyerahkan sisa uang melalui HA, yang kemudian ditangkap bersama barang bukti amplop berisi Rp2,5 juta. Sementara, HI ditangkap di rumahnya di Gedongtataan.

“Hasil pemeriksaan, HI berperan sebagai otak dan pelaku utama, sementara HA membantu pelaksanaan. Keduanya juga menyebut seorang saksi berinisial IZ turut menikmati hasil kejahatan,” ungkapnya.

Kedua tersangka dijerat pasal pemerasan sesuai KUHP baru, pasal 482 dan/atau Pasal 483. Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Sementara, korban berinisial MS menegaskan pembangunan yang ia kerjakan tidak bermasalah.

MS merasa dirugikan karena penyebaran informasi media online ditulis sepihak tanpa konfirmasi.

“Saya ini sudah tua, malu diberitakan seperti itu, apalagi tidak benar. Kalau ada yang perlu diperbaiki, memang masih masa pemeliharaan,” katanya. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos