MOMENTUM, Pringsewu -- Satu tahun kepemimpinan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dan Wakil Bupati Umi Laila dinilai menjadi periode yang diwarnai kerja nyata, kolaborasi, serta penguatan fondasi pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pringsewu Imam Fatkuroji di ruang kerjanya, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, berbagai program prioritas pemerintah daerah telah berjalan secara terarah, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, penanganan stunting dan kemiskinan, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga percepatan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif dan akuntabel.
“Proses perencanaan pembangunan dilakukan selaras dengan visi dan misi kepala daerah, berbasis data serta kebutuhan riil masyarakat. Dengan begitu, setiap kebijakan yang diambil diharapkan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Pringsewu,” ujarnya.
Ia menuturkan, refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu telah dipaparkan sebelumnya dalam agenda buka puasa bersama dengan insan pers.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah memaparkan berbagai capaian kinerja, sekaligus mengulas kekurangan serta tantangan pembangunan ke depan.
“Termasuk bagaimana pemerintah daerah mencari solusi terbaik untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut,” kata Imam.
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi pembangunan “Pringsewu Makmur”, yakni Mandiri, Aman, Kondusif, Maju, Unggul, dan Religius.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini berperan dalam menyebarluaskan informasi pembangunan kepada masyarakat.
Menurut Riyanto, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan capaian positif. Di antaranya pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 4,58 persen yang melampaui rata-rata Provinsi Lampung, serta angka kemiskinan yang turun menjadi 7,60 persen, lebih baik dibandingkan angka nasional maupun provinsi.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pringsewu juga terus meningkat dan mencapai angka 74,76 pada 2025.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah telah menangani 84 ruas jalan dengan total panjang mencapai 41,23 kilometer.
Selama satu tahun kepemimpinan tersebut, Kabupaten Pringsewu juga berhasil meraih 28 penghargaan tingkat provinsi dan nasional, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut.
Meski demikian, Bupati Riyanto juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, antara lain kondisi infrastruktur jalan, tekanan efisiensi anggaran daerah, serta persoalan stunting yang memerlukan penanganan lebih serius dan terkoordinasi.
Ia menegaskan semangat kepemimpinannya untuk terus mendorong kemajuan daerah melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Bersama bergerak dan berkolaborasi untuk mewujudkan Pringsewu Makmur,” ujar Riyanto. (**)
Editor: Muhammad Furqon
