Kisah Kartini, Pemetik Teh yang Jadi Cerminan Ketangguhan SDM Holding Perkebunan Nusantara

img
Kartini (54), pemetik teh di lingkungan PTPN I Regional 2 Jawa Barat. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandung--Di tengah hamparan Kebun Teh Malabar Afdeling Tanara, seorang pekerja menunjukkan dedikasi dan produktivitas tinggi dalam mendukung operasional perkebunan. Sosok tersebut adalah Kartini (54), pemetik teh di lingkungan PTPN I Regional 2 yang mencatatkan kinerja produksi unggul.

Perusahaan yang merupakan bagian dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero) ini terus mendorong produktivitas dan kesejahteraan pekerja melalui penguatan budaya kerja serta pengelolaan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Selama 24 tahun mengabdi sebagai pemetik teh sejak 2002, Kartini berhasil menunjukkan konsistensi kinerja yang tinggi. Pada Januari 2026, ia mencatatkan total produksi sebesar 9,257 ton pucuk teh, atau rata-rata sekitar 421 kilogram per hari kerja.

Bagi Kartini, capaian tersebut tidak hanya menjadi indikator produktivitas, tetapi juga bagian dari upaya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, khususnya dalam mendukung pendidikan anak-anaknya hingga jenjang yang lebih tinggi.

Asisten Afdeling Tanara, Saeful Rachmat, menyampaikan bahwa Kartini merupakan salah satu pekerja dengan tingkat disiplin dan dedikasi yang tinggi. Ia dikenal memiliki kehadiran kerja yang konsisten serta kemampuan untuk melampaui target produksi yang ditetapkan.

Kartini (54), pemetik teh di lingkungan PTPN I Regional 2 Jawa Barat. Foto: Ist.

Semangat kerja Kartini juga tercermin dari upayanya dalam mencari tambahan penghasilan di luar jam kerja. Bersama suaminya, Useng, yang merupakan pensiunan bagian pemeliharaan tanaman, Kartini menjalankan berbagai usaha untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk mendukung biaya pendidikan anak.

Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Salah satu anaknya, Nurdin Cahyadi, saat ini tengah menempuh pendidikan pascasarjana hukum dan telah bekerja di Kementerian Sosial. Sementara anak lainnya, Apip Ahmad, menjalani program magang di Taiwan setelah menyelesaikan pendidikan di Politeknik Negeri Subang.

Kartini menegaskan bahwa nilai kejujuran dan kerja keras menjadi prinsip utama yang selalu ia tanamkan kepada anak-anaknya sebagai bekal menghadapi kehidupan.

Menjelang masa pensiun, Kartini berharap dapat terus menjaga kesehatan serta menyaksikan perkembangan keluarga ke depan. Ia juga memiliki harapan untuk dapat menunaikan ibadah umrah bersama suami.

Kisah Kartini mencerminkan peran sumber daya manusia sebagai fondasi utama keberlanjutan bisnis perkebunan. Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I terus berkomitmen untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat melalui pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan.(**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos