MOMENTUM, Jakarta -- Kementerian Agama RI meluncurkan program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026 sebagai upaya memberikan layanan bagi masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran. Program ini menghadirkan ribuan masjid sebagai tempat singgah gratis bagi para pemudik di seluruh Indonesia.
Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Ahmad Jojon Novandri, mengatakan program ini bertujuan memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat, khususnya pada momentum mudik Lebaran.
“Program ini bertujuan menampilkan masjid sebagai rumah singgah umat selama perjalanan mudik dan arus balik, mempublikasikan layanan masjid yang humanis, inklusif, dan membumi, serta menegaskan bahwa negara hadir melalui masjid dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Program EMI 2026 akan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri, yakni pada 13 hingga 29 Maret 2026. Dalam periode tersebut, Kemenag menyiapkan sebanyak 7.487 rumah ibadah, terdiri dari 6.859 masjid di berbagai wilayah Indonesia yang difungsikan sebagai pos istirahat bagi pemudik.

Selain masjid, sejumlah rumah ibadah lain seperti gereja, vihara, dan tempat ibadah lintas agama juga turut dibuka sebagai bentuk pelayanan inklusif bagi masyarakat.
Seluruh masjid yang tergabung dalam program ini akan beroperasi selama 24 jam penuh sepanjang masa mudik dan arus balik. Pemudik dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan, antara lain area parkir aman dan gratis, toilet bersih, ruang salat yang nyaman, tempat istirahat, fasilitas pengisian daya gawai, serta takjil gratis.
Kemenag mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik selama perjalanan mudik, sekaligus tetap menjaga kesehatan dan keselamatan.
Program ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pemudik, sekaligus mempererat hubungan sosial dan spiritual masyarakat selama momen Lebaran, serta menghadirkan wajah masjid yang lebih terbuka dan melayani semua kalangan. (**)
Editor: Muhammad Furqon
