Petani Tebu Lampung Utara Rasakan Manfaat Program Perluasan Lahan

img
Petani tebu rakyat di Kabupaten Lampung Utara. Foto: Ist.

MOMENTUM, Kotabumi--Petani tebu rakyat di Kabupaten Lampung Utara mengaku merasakan manfaat program bantuan perluasan lahan dan bongkar ratoon (BR) yang digulirkan pemerintah. Program tersebut dinilai membantu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan kepastian harga hasil panen.

Salah satu petani asal Desa Negarabatin, Kecamatan Sungkai Utara, Sugito, mengatakan bantuan yang diterima tidak hanya berupa bibit, tetapi juga pembinaan intensif dari penyuluh pertanian dan petugas pabrik gula, yakni PG Bunga Mayang yang menjadi mitra pembeli hasil tebu petani.

“Dengan adanya program ini, kami tidak lagi menanam tanaman tanpa kepastian harga seperti sebelumnya. Hasil tebu kami langsung dibeli oleh pabrik gula,” ujar Sugito, Rabu (22/4/2026).

Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, gubernur, bupati, serta Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), atas program yang dinilai sangat membantu petani.

Sugito mengungkapkan, lahan seluas 5 hektare yang sebelumnya ditanami singkong kini beralih ke tebu melalui program tersebut. Dalam satu kali panen dengan masa tanam sekitar sembilan bulan, petani dapat meraup keuntungan berkisar Rp25 juta hingga Rp35 juta per hektare.

Hal senada disampaikan petani lainnya, Dandi Apriyanto. Ia menyebut, dibandingkan komoditas singkong yang harganya fluktuatif, tebu memberikan kepastian pendapatan.

“Kalau singkong, hasilnya sering tidak menutup biaya perawatan. Sekarang dengan tebu, ada kepastian harga dan hasilnya lebih menjanjikan,” katanya.

Para petani yang tergabung dalam koperasi KPTR yang dipimpin Bahri Yusuf menargetkan produktivitas panen mencapai rata-rata 100 ton per hektare. Meski pada tahap awal kualitas tebu dinilai belum maksimal, mereka optimistis hasil akan meningkat seiring penggunaan bibit unggul dan pendampingan berkelanjutan.

Dengan asumsi tersebut, petani dengan lahan 5 hektare berpotensi memperoleh pendapatan hingga Rp150 juta dalam satu siklus tanam kurang dari satu tahun.

Selain itu, kendala permodalan juga dinilai lebih ringan. Petani dapat mengakses bantuan modal melalui koperasi untuk kebutuhan operasional seperti pembersihan gulma, obat-obatan, hingga perawatan tanaman.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Utara, Ria Yuliza, mengatakan program perluasan dan bongkar ratoon tebu menyasar 79 kelompok tani di wilayah tersebut.

“Total luasan mencapai 5.808 hektare yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Lampung Utara,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong produktivitas sektor perkebunan tebu di daerah. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos