Panen Raya Padi Jadi Strategi Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Pangan

img
Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila panen raya padi musim tanam gadu 2026 di persawahan warga Pekon Wonosari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Foto: Ist.

MOMENTUM, Pringsewu--Pemerintah Kabupaten Pringsewu menjadikan panen raya padi musim tanam gadu 2026 sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan pangan dan mengendalikan inflasi daerah.

Panen raya tersebut digelar di lahan persawahan milik warga Pekon Wonosari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Selasa (11-8-2026), dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah dan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengatakan, pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung sektor pertanian melalui berbagai program, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana pertanian, bantuan benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), penguatan jaringan irigasi, hingga pendampingan penyuluhan.

Namun, menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak.

"Keberhasilan pembangunan pertanian membutuhkan kerja sama antara pemerintah, penyuluh pertanian, petani, kelompok tani, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan," kata Umi Laila usai panen raya.

Ia mengajak para petani terus meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi budidaya, penggunaan benih bermutu, pemupukan berimbang, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman secara tepat.

Menurut Umi, Kabupaten Pringsewu memiliki potensi pertanian yang besar sehingga produktivitas lahan perlu terus ditingkatkan. Di sisi lain, keberlanjutan lahan pertanian juga harus dijaga.

"Panen hari ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produksi pangan daerah. Dengan produksi meningkat dan ketersediaan pangan terjaga, kita tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Pringsewu," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan percepatan tanam di Pekon Wonosari tidak terlepas dari dukungan sarana irigasi perpipaan melalui bantuan tahun anggaran 2024.

Bantuan tersebut, kata dia, memberikan manfaat nyata bagi petani karena membantu menjamin ketersediaan air sehingga proses tanam dapat dilakukan lebih cepat. Hal itu menunjukkan pembangunan infrastruktur pertanian yang tepat sasaran mampu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada para petani di Pekon Wonosari, kelompok tani, penyuluh pertanian, Dinas Pertanian, serta seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan ini," katanya.

Umi berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kabupaten Pringsewu untuk melakukan percepatan tanam dengan memanfaatkan sumber daya air dan dukungan sarana prasarana pertanian yang tersedia.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjadikan panen raya tersebut sebagai momentum untuk terus meningkatkan produksi pangan, menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos