Pringsewu Targetkan 3.000 KPM-PKH Graduasi

img
Penguatan Kapasitas SDM PKH bagi para pendamping PKH se-Kabupaten Pringsewu. (Foto: Humas Pemkab)

MOMENTUM, Pringsewu--Pemerintah Kabupaten Pringsewu menargetkan 3.000 dari 18.623 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) graduasi atau keluar dari kepesertaan program tersebut sepanjang tahun 2026. 

Target tersebut terdiri atas: 1.000 KPM graduasi sejahtera dan 2.000 KPM graduasi alamiah. Demikian disampaikan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat membuka Penguatan Kapasitas SDM PKH bagi para pendamping PKH se-kabupaten setempat. Acara berlangsung di Aula Kantor Pemkab Pringsewu, Rabu (30-9-2026).

Riyanto menegaskan, PKH pada 2026 tidak lagi semata-mata berorientasi pada penyaluran bantuan untuk meringankan beban pengeluaran. Pendamping PKH diminta mendorong KPM meningkatkan kondisi ekonomi, hingga mampu graduasi atau tidak lagi bergantung pada bantuanprogram tersebut.

“Esensi PKH di 2026 bukan lagi sekadar menyalurkan bantuan materiil, tetapi bagaimana mendorong kemandirian ekonomi KPM, agar dapat segera graduasi secara mandiri dan sejahtera,” kata Riyanto.

Dia meminta pendamping PKH fokus pada tiga hal:  akurasi data, pemberdayaan ekonomi KPM, serta pengawalan penurunan stunting.

Menurutnya, pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus dilakukan secara objektif, transparan dan akurat untuk menekan potensi salah sasaran bantuan.

Pendamping juga diminta tidak terjebak pada pekerjaan administratif. Mereka harus menggali potensi ekonomi KPM dan menghubungkannya dengan program UMKM, ketenagakerjaan maupun akses permodalan agar KPM mampu mandiri. “Jangan terjebak pada hal administratif, tetapi gali potensi ekonomi KPM, agar mereka bisa mandiri dan terlepas dari bantuan,” pintanya.

Selain pemberdayaan ekonomi, pendamping PKH diminta aktif mengawal penanganan stunting melalui edukasi kepada KPM, khususnya terkait pemenuhan gizi anak dan ibu hamil.

Riyanto menyebut, di Kabupaten Pringsewu pelaksanaan PKH telah memasuki tahun kesebelas   dan menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam penanganan kemiskinan.

Berdasarkan DTSEN 2026, terdapat 73.313 kepala keluarga dengan 240.451 jiwa di Pringsewu. Penerima bantuan sembako tercatat 32.311 KPM, PKH 18.623 KPM, sedangkan penerima PBI/KIS mencapai 171.428 jiwa. Dari 18.623 KPM PKH tersebut, Pemkab Pringsewu membidik 3.000 KPM dapat graduasi selama 2026.

Riyanto menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan pendamping PKH dalam mengubah pola pikir serta perilaku KPM menuju kemandirian.

“Tugas utama pendamping PKH adalah membentuk karakter dan mengubah perilaku KPM, agar memiliki keinginan meningkatkan kondisi ekonominya hingga secara sukarela melakukan graduasi secara mandiri,” terangnya.

Dia meminta pelaksanaan PKH tetap berpegang pada prinsip 4T: tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat administrasi.

Acara penguatan kapasitas pendamping PKH tersebut menghadirkan Ketua Tim PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi, Kepala Dinas Kominfo Pringsewu Moudy Ary Nazolla, Kabid Perindustrian Diskopdagprin Rika, serta Tenaga Ahli Umar Abdul Aziz sebagai narasumber. (**)






Editor: Munizar





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos