Bupati Hamartoni Minta Fokal IMM Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan

img
Pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Fokal IMM Lampung Utara periode 2026-2031 di Gedung Pusiban Kotabumi. Foto: Yansen.

MOMENTUM, Kotabumi--Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis meminta Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Lampung Utara menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Hamartoni saat menghadiri pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Fokal IMM Lampung Utara periode 2026-2031 di Gedung Pusiban Kotabumi, Kamis (1/10/2026).

Menurut Hamartoni, keberadaan organisasi kemasyarakatan seperti Fokal IMM dibutuhkan pemerintah sebagai mitra dalam memberikan masukan, gagasan, serta evaluasi terhadap program pembangunan dan pelayanan publik.

Ia berharap Fokal IMM mampu melahirkan ide-ide dan terobosan yang dapat menjadi inspirasi pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan.

"Kami meminta Fokal IMM selalu bersama pemerintah dalam memberikan masukan terhadap perencanaan pembangunan. Kepada seluruh warga persyarikatan Muhammadiyah, mari bersama-sama mendukung program pembangunan sebagai bentuk pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat," kata Hamartoni.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus Fokal IMM Lampung Utara yang baru dilantik.

Sementara itu, Ketua Fokal IMM Lampung Utara Suwardi mengapresiasi pemerintah daerah yang selama ini menempatkan Fokal IMM sebagai salah satu elemen masyarakat yang menjadi mitra strategis dalam pembangunan dan pelayanan publik.

Menurutnya, Fokal IMM akan terus mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, namun tetap menjalankan fungsi kritis terhadap kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

"Fokal IMM selalu mendukung pemerintah dalam kebijakan yang pro-rakyat, tetapi tetap kritis terhadap kebijakan yang tidak pro-rakyat," tegas Suwardi.

Ia menjelaskan, Fokal IMM merupakan rumah besar bagi para alumni aktivis IMM untuk berdialektika dan melahirkan gagasan progresif yang berlandaskan semangat amar ma'ruf nahi mungkar.

"Karena Fokal IMM menjadi tempat berkumpulnya para intelektual, maka diharapkan menjadi dapur lahirnya ide dan gagasan yang membangun, berkemajuan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ketua Fokal IMM Provinsi Lampung Edi Agus Yanto mengatakan, Fokal IMM memiliki peran sebagai jembatan kolaborasi antar-sektor dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, Fokal IMM tidak hanya berperan sebagai pengkritik, tetapi juga harus mampu menghadirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

"Jadikan Fokal IMM sebagai rumah tempat munculnya gagasan dan ide kreatif sebagai mitra strategis pemerintah yang berkontribusi dengan penuh pengabdian dan kebermanfaatan umat," kata Edi.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia Fikri Yasin menyampaikan bahwa IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah merupakan wadah bagi para intelektual muda untuk melahirkan pemikiran dan gagasan konstruktif bagi umat, bangsa, dan negara.

Menurut Fikri, tradisi keilmuan Muhammadiyah telah berkontribusi dalam pembangunan peradaban umat dan bangsa. Karena itu, Fokal IMM memiliki peran penting dalam mengawal serta memberikan kritik konstruktif terhadap pembangunan.

"Sebagai tempat berkumpulnya para pemikir, Fokal IMM memiliki peranan vital dalam mengawal dan mengkritisi pembangunan. Keberadaan Fokal IMM harus mampu memberikan kebermanfaatan bagi semua," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan peluncuran buku karya Suwardi berjudul Sang Surya Enggan Redup: Kepemimpinan Transformatif AMM dan Rejuvenasi Martabat Muhammadiyah.

Hadir dalam acara itu unsur Forkopimda Lampung Utara, kepala organisasi perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, insan pers, serta pimpinan ortom Muhammadiyah. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos