Berantas Buta Aksara, Program Lampung Mengajar Sasar Daerah 3T

img
Ilustrasi. Kegiatan pengentasan buta aksara di Provinsi Lampung./ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam tiga tahun terakhir untuk memberantas buta aksara atau huruf di wilayahnya telah menjalankan program "Lampung Mengajar" dengan sasaran daerah yang tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

"Program ini menurut pengamatan kami cukup efektif dalam mengurangi jumlah masyarakat pedesaan yang buta huruf maka hingga saat ini kegiatan tersebut masih terus berjalan," kata Kepala UPTD Wilayah 1 Disdikbud Pemprov Lampung, Sunardi di Bandarlampung, seperti dilansir Antara, Minggu (8-9-2019).

Dia menambahkan, untuk di daerah perkotaan angka masyarakat yang buta huruf sangat minim sehingga memang program Lampung mengajar ini menyasar daerah pedesaan ataupun pinggiran di Provinsi Lampung yang masih banyak buta aksara.

Menurut dia, guru-guru yang dikirimkan ke daerah 3T untuk meningkatkan minat baca dan mengurangi buta aksara tidak sembarangan direkrut karena ada kualifikasi sendiri untuk menjadi pengajar dalam program ini.

Dalam menyeleksi guru ini, lanjut dia pemprov saling bekerjasama dengan Universitas Lampung untuk mendapatkan kualitas pengajar yang diinginkan.

"Seleksinya juga cukup ketat, dari pemberkasan dan akademisnya akan diperiksa serta keaktifan mereka di masyarakat. Ya yang diutamakan memang guru yang tinggal di daerah 3T itu dan operasional mereka akan ditanggung tapi mereka bukan ASN tapi kontrak," jelas dia.

Dia melanjutkan, setelah mereka lulus dari seleksi kemudian juga akan ditatar selama sebulan bagaimana saat terjun ke masyarakat mereka harus mengaktifkan kegiatan sosial seperti PKK dan pengajian di daerahnya mengajar.

Sunardi menegaskan, Pemprov Lampung ataupun Disdikbud jelas akan mensupport semua daerah untuk menuntaskan masalah buta aksara dengan mengirimkan tenaga pengajar bila wilayah mereka masih kekurangan guru.

"Bentuk support kami yang lain juga memfasilitasi perpustakaan, karena ada dana dari kementerian melalui DAK itu bisa disalurkan untuk perpustakaan, guru ataupun sekolahnya sendiri untuk menunjang proses belajar mengajar di daerah 3T," terang dia.(red)



Leave a Comment