MBG: Solusi Persiapkan Generasi Tangguh Masa Depan

img
Ilustrasi. Ist.

Oleh: Erlangga Pratama*

MOMENTUM -- Presiden Prabowo Subianto memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tetap berjalan di tengah efisiensi anggaran imbas krisis global. Menurutnya, penghematan bisa difokuskan pada sektor lain. Penegasan Prabowo itu disampaikan dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan di YouTube Prabowo Subianto pada Minggu (22/3/2026). Presiden menegaskan akan mempertahankan program MBG demi pemenuhan gizi ke rakyat, karena dirinya banyak menemukan anak-anak stunting saat kampanye.

"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda tidak melihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak 'umurmu berapa?' 11 tahun. Badannya anak 4 tahun," kata Prabowo dan optimis anggaran negara mampu untuk meneruskan program MBG.

Menurutnya, masih banyak sektor lain yang bisa dihemat tanpa harus mengorbankan program strategis tersebut. MBG sudah diterapkan lebih dari 100 negara. Indonesia merupakan negara ke-77 yang memulai program tersebut.

Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG mendapat perhatian dari lembaga internasional, termasuk Rockefeller Institute dan World Food Programme (WFP) PBB. Berdasarkan kajian mereka, setiap dolar yang diinvestasikan dalam program tersebut dapat menghasilkan manfaat berlipat, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

"Saya didatangi Rockefeller Institute dari Amerika Serikat datang ngecek kita punya SPPG dan dia datang ke saya, dia mengatakan, 'This is the best investment, Mr. President you have made the best'. Do you know why? Karena satu dolar di spend di MBG the return is between 7 and 35, in the long run 35, in the short run 7 dolar, dan ini dari Rockef Institute ya. Ini juga world food program dari PBB," ujarnya.

Presiden mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan. Pemerintah telah menindak sejumlah pelanggaran, termasuk menutup lebih dari seribu titik layanan yang tidak sesuai standar. Menurutnya, program MBG menjadi sangat berarti bagi kelompok yang selama ini belum menikmati pertumbuhan ekonomi secara merata, khususnya di daerah-daerah di luar Pulau Jawa yang dinilai masih sangat membutuhkan dukungan tersebut. "The top 10-20% maybe menikmati. Tapi kebanyakan kita sangat susah hidupnya selama ini. Can you imagine begitu bahagianya mereka terima? Kalau anak orang kaya yang di yang di Menteng ya dia enggak perlu ini," imbuhnya.

Pesan jelas terkait MBG

Melalui program MBG, kita dapat menangkap pesan yang jelas dari Presiden bahwa dirinya memiliki goodwill untuk merealisasikan program populis ini selama Prabowo Subianto menjadi Presiden. Kita harus melihat bahwa program MBG ini adalah “program revolusioner” khususnya terkait cara mempercepat pemerataan kesejahteraan dan upaya menerapkan amanah konstitusi untuk meningkatkan daya saing global anak-anak Indonesia dengan diawali langkah membenahi dan meningkatkan kualitas kesehatan serta kecukupan gizi anak anak Indonesia.

Tentunya sebagai program yang “revolusioner” tidak mengherankan program mulia ini mendapatkan kritikan dan resistensi, namun tampaknya kurang perlu diatensi karena tidak proporsional materi kritikan terhadap MBG dari kelompok kepentingan yang merasakan “backfire” gara-gara MBG ini.

Kritikan tidak masuk akal seperti banyak SPPG dilarang beroperasi oleh BGN sebelum mendapat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) justru menunjukkan ketegasan jajaran pemerintahan untuk menjaga mutu  MBG dengan memperhatikan segala aspek fundamentalnya. 

Sementara itu, adanya kasus keracunan makanan yang bersumber dari program MBG oleh SPPG juga diakui oleh pemerintah namun yang perlu dicatat kasus-kasus seperti ini minim jumlahnya yang sengaja di blow up kelompok penentang MBG, namun perlu dicatat Presiden sudah memerintahkan menindak secara tegas segala bentuk pelanggaran dan penyimpangan terkait MBG. “No mercy” dan rakyat tidak perlu meragukan ketegasan kepala negara dalam menegakkan hukum. 

Sementara, sebagai upaya memperbaiki tata Kelola dan transparansi pelaksanaan program MBG, maka jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) semakin cermat dan teliti terkait kesiapan operasional, dan pendataan sasaran, sehingga distribusi kepada kelompok rentan (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) juga menunjukkan adanya evaluasi konsisten dan tindak lanjut hasil pemeriksaan program MBG oleh pihak terkait.

Kritikan tidak masuk akal terkait MBG juga dilakukan mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI khususnya melalui media sosial mereka dengan mengglorifikasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menimbulkan berbagai permasalahan seperti pemborosan anggaran, kualitas makanan, dan dugaan kepentingan elite, serta dibandingkan dengan konsep pengelolaan kesejahteraan rakyat dalam sistem Islam. 

Program MBG menjadi sasaran propaganda negatif oleh kelompok mantan HTI yang memanfaatkan isu operasional untuk menyebarkan narasi ideologis dan mendiskreditkan pemerintah. Penulis juga yakin kelompok kepentingan anti MBG juga kesulitan membuktikan tuduhan dan kritikan mereka yang seperti banyak diselimuti agenda politis dibanding kebenarannya. 

Masyarakat yang cerdas jelas akan mendukung pelaksanan MBG seperti ditunjukkan SPPG Papua Pegunungan secara aktif terus mendorong percepatan sertifikasi halal serta mengadakan pelatihan keamanan dan kebersihan pangan bagi pengelola dapur MBG.

Presiden dan beserta jajaran pemerintahan akan mengapresiasi langkah langkah elemen masyarakat dalam mendukung dan memberikan saran konstruktif terkait MBG, termasuk tampaknya saran agar penerima manfaat diperluas dengan menjangkau anak jalanan dan kalangan pensiunan. Sebuah saran yang humanis dan  layak diatensi Presiden karena menunjukkan intensi yang positif mendukung MBG.

Program Makan Bergizi Gratis Jawaban Negara atas Masalah Gizi Anak

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis yang dilandasi kepedulian negara terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia. Banyak kajian menunjukkan persentase anak Indonesia mengalami kekurangan gizi mencapai lebih dari 20 hingga 30 persen. Dari kondisi tersebut menuntut kehadiran negara untuk melakukan intervensi langsung dan terukur demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa melalui program makan bergizi gratis (MBG). Program MBG yang telah berjalan tepat satu tahun lalu pada 6 Januari 2026 telah berhasil menjangkau 55 juta penerima manfaat dengan tingkat keberhasilan MBG mencapai angka 99 persen.

Melalui program MBG, Presiden menegaskan bahwa pemimpin yang bertanggung jawab harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan. Untuk itu, Presiden pun mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk tetap yakin berada di jalan yang benar dalam memberantas kemiskinan dan menghilangkan kelaparan demi masa depan bangsa. ]

“Kita buktikan. Kalau niat kita bersih, niat kita tidak mencuri uang rakyat, kita berbuat untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa kita, keselamatan bangsa kita, kita tidak perlu ragu-ragu, kita tidak perlu sedikitpun gentar,” tandasnya. 

Sekali lagi, program MBG adalah bentuk kehadiran dan jawaban negara atas situasi problematik kebangsaan yang belum terselesaikan pemerintahan sebelumnya. Dan sejauh ini tidak ada circumstances yang mengganggu MBG dan government capability has readied for that, sehingga tidak ada pilihan lain selain lanjutkan MBG dan dukung total program populis ini untuk masa depan anak-anak kita. (**)

Penulis adalah pemerhati masalah internasional dan alumni Fisipol Universitas Jember dan pasca sarjana Universitas Indonesia






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos