Dituding Terima Uang, PWI Lamtim Ambil Sikap Tegas

img
Ketua PWI Lamtim, Musannif Effendi Yusnida (kiri)

MOMENTUM, Sukadana--Dituding menerima uang sebesar Rp3 juta, organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Timur akan mengambil langkah tegas.

Hal itu ditegaskan Ketua PWI Lamtim, Musannif Effendi Yusnida menyikapi pemeritaan website resolusinews.com pada Sabtu 20 Juni 2020.

"Saya tidak pernah dikonfirmasi terkait pemberitaan tersebut, bahkan narasumber yang juga Kepala Desa Wayareng Mulyadi mengaku tidak bernah berkomentar terkait pemberian uang untuk PWI Lamtim," kata Musannif, Senin (22-6).

Menurut dia, penyampaian berita tanpa konfirmasi serta tidak benar sama saja dengan fitnah. "Tulisan itu hanya fitnah dan akan kami sikapi dengan tegas, kalau memang website itu terdaftar maka akan diadukan ke Dewan Pers. Namun, apabila tidak terdaftar langsung ke Polisi," ujar Fendi--sapaan akrab Ketua PWI Lamtim--.

Kepala Desa Wayareng, Mulyadi menuturkan, tidak pernah menyebutkan PWI menerima dana Rp3 juta seperti berita resolusinews.com. "Saya tidak pernah berkomentar bahwa PWI diberi dana 3 juta rupiah, beritanya tidak sesuai dengan yang saya katakan," papar Mulyadi.

Sekretaris PWI Provinsi Lampung H Nizwar mengatakan, apabila pemberitaan itu tidak benar maka harus dibawa ke ranah undang-undang Informasi dan transaksi elektronik (UU IT). "Jikalau itu tidak benar, maka wajib PWI memperkarakan berita dengan menyeret ke UU IT. Sebab dengan tidak tuntasnya masalah ini, maka PWI akan kehilangan wibawa," ujarnya.

Sementara itu, anggota PWI Provinsi Lampung Putra Villa mengatakan apabila ada oknum yang sengaja menjatuhkan marwah PWI harus diberikan pelajaran.

"Sesekali PWI harus buat contoh bagi siapa saja yang suka fitnah-fitnah dengan sengaja untuk menjatuhkan marwah PWI, ini juga sebagai pembeda wartawan profesional dan yang tidak, profesi tukang kacamata aja ketat loh, kalau gak punya sertifikat kompetensi gak boleh buka toko, kalau masih buka bisa langsung dibawa polisi," timpalnya.(**)

Laporan: Arif Fahrudin

Editor: Agus Setyawan



Leave a Comment