Jarak Rumah Hanya 500 Meter, Hafiz Quran Gagal Diterima di SMAN 1 Metro

img
Muhammad Pebriansyah bersama sang ayah Jaidi Hartono

MOMENTUM, Metro--Sistem dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021, kembali berbuah masalah. Kali ini terjadi di Kota Metro.

Muhammad Pebriansyah (15) warga RT/RW 021/09 Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, gagal melanjutkan jenjang pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Metro. Penyebabnya, pada data informasi PPDB di sekolah setempat, tertera jarak zonasi antara SMA Negeri 1 Kota Metro dan tempat tinggal Muhammad Pebriansyah, sekitar 1135 meter. Padahal, faktanya jarak rumah Muhammad Pebriansyah dengan SMAN 1 Kota Metro hanya sekitar 500 meter saja. 

"Saya berharap bisa sekolah di SMAN 1 Kota Metro karena jaraknya dekatn dengan rumah. Bisa jalan kaki dan tidak butuh kendaraan. Kalu saya sekolah di tempat lain lokasinya jauh. Saya tidak punya kendaraan sepeda apalagi motor. Makanya bingung bagaimana nanti saya sekolah kalau jauh," kata Pebriansyag pada Harianmomentum.com, Selasa (30-6-2020). 

Dia mengaku, kondisi perekonomian keluarganya serba kekurangan. Jangankan untuk membeli sepeda, untuk makan sehari-hari pun terkadang mengalami kesulitan.

"Ada sepeda, tapi dipakai bapak kerja. Bapak kerjanya hanya buruh, kadang kerjanya juga jauh," ungkapnya.

Dia menyesal, tidak mendafatar melalui jalur prestasi. Sejak SD hingga SMP, Pebriansyah banyak meraih prestasi di berbagai ajang lomba Hafiz (penghapal) Al-Quran. Bahkan, dia pernah mengharumkan nama Kota Metro saat menjadi juara lomba Hafizt Al-Quran tingkat Provinsi Lampung.

"Waktu daftar di SMA Negeri 1 kemarin lewat zonasi, karena rumah dekat dengan sekolah dan masuk dalam kategori zonasi. Tapi malah tidak diterima. Kalau tahu begitu, daftar lewat jalur prestasi saja," sesalnya.

Jaidi Hartono (60) ayah dari Muhammad Pebriansyah berharap, pihak terkait memberikan kebijakanm agar anaknya bisa mengenyam pendidikan di SMAN 1 Kota Metro.

"Saya ini hanya buruh bangunan. Kadang kerja kadang nganggur. Penghasilanya tidk menentu. Kalau anak saya bisa sekolah di situ kan, bisa meringankan biaya karena nggak butuh ongkos. Cukup jalan kaki saja," kata Jaidi.

 Panitia PPDB dan Kepala SMA Negeri 1 Kota Metro, belum berhasil dikonfermasi terkait masalah ini karena sedang tida berada di sekolah. Begitu juga dengan Wakil Kepala Bidang Humas SMA Negeri 1 Kota Metro Tri Indriani Herawati.

"Panitia PPDB dan kepala sekolah tidak ada, karenakan sekarang belajar di rumah, jadi tidak disekolah,"kata penjaga keamanan SMA Negeri 1 Kota Metro Roni.(**)

Laporan: Adipati Opie

Editor: Munizar



Leave a Comment