Begini Harapan Penyandang Disabilitas untuk Calon Walikota

img
Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Provinsi Lampung. Foto: ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020 sudah dekat. Sebanyak 647 ribu pemilih di Kota Bandarlampung sudah bersiap menentukan calon pemimpinnya.

Namun, lebih dari seribuan penyandang disabilitas di kota ini justru masih bimbang memilih siapa. Tiga pasang calon walikota yang ada saat ini dinilai belum memiliki program khusus untuk mengakomodir kebutuhan mereka.

Ketua Himpunan Wanita Disabilitas (HWD) Bandarlampung Siti Khodijiah berharap, siapapun calon walikota yang terpilih nanti bisa memperhatikan nasib mereka. Perhatian yang dimaksud, menyediakan rumah khusus bagi penyandang disabilitas sebagai tempat berlatih dan belajar. Sehingga mereka memiliki keterampilan khusus agar bisa menghasilkan uang untuk menghidupi keluarganya. Supaya ke depan tidak perlu lagi mengemis di jalanan.

"Kami ingin pemimpin yang benar- benar peduli terhadap kaum disabilitas. Sosok yang mampu membantu kami agar bisa mandiri tanpa harus mengemis,” katanya kepada harianmomentum.com

Menurut Siti Khodijiah, saat ini kondisi penyandang disabilitas kurang percaya diri karena tidak memiliki keterampilan apapun untuk bisa mencari rezeki. “Kalau pun ada, hanya sebagian kecil saja yang punya kemampuan khusus. Sehingga kami perlu tangan pemerintah untuk membimbing," tambahnya.

Sedangkan Edi Waluyo dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bandarlampung memiliki harapan serupa. Dia berharap pemimpin baru di Kota Bandarlampung nantinya dapat memerhatikan para penyandang disabilitas. Seperti halnya, fasilitas umum yang ramah.

Sekarang fasilitas umum kurang ramah bagi penyadang disabilitas. Contohnya, sepanjang trotoar di Bandarlampung sudah tidak bisa mereka lalui karena banyak pedagang kaki lima (PKL). Padahal, konsep pedistrian yang dibangun pemkot di sejumlah jalan protokol itu sejatinya untuk para penyandang disabilitas.

“Faktanya, sekarang trotoar sudah dijadikan tempat berdagang oleh PKL. Hak kami dirampas. Sehingga butuh komitmen kuat dari pemerintah untuk menegakkan aturan tersebut,” katanya.

Belum lagi di kantor pemerintahan. Baru sebagian kecil yang sudah menyediakan jalan khusus maupun fasilitas pendukung lainnya bagi penyandang disabilitas.

Atas dasar itu Edi mengajak seluruh disabilitas di Bandarlampung untuk lebih cermat menggunakan hak suaranya. Terutama, kandidat yang benar- benar peduli terhadap mereka. "Disabilitas di Bandarlampung sekitar ribuan. Meskipun jumlahnya relatif kecil, tapi kami punya hak yang sama untuk memilih,” katanya.

Saat ini mereka terus menggali informasi terhadap visi- misi pada calon walikota yang benar- benar menyiapkan program khusus bagi mereka.

Laporan: Alfanny Pratama 

Editor: Andi Panjaitan



Leave a Comment