JW Marriot akan Bangun Resor Delapan Lantai di Padangcermin

img
Masterplan pembangunan Hurun Beach Resort di Kabupaten Pesawaran

MOMENTUM, Padangcermin--Industri pariwisata di Kabupaten Pesawaran, Lampung, menarik minat investor kelas dunia. Perusahaan perhotelan dari Amerika Serikat, JW Marriott, dikabarkan akan berinvetasi sekitar Rp360 miliar di bidang pariwisata.

Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Pesawaran Singgih Pebriantoro, investasi sebesar itu akan digunakan JW Marriott membangun Hurun Beach Resor di Desa Hurun, Kecamatan Padangcermin.

"Sebetulnya, ini hasil dari promosi Pemkab Pesawaran di berbagai event tingkat lokal maupun nasional. Investor akhirnya melirik potensi industri pariwisata di Pesawaran," katanya saat dihubungi harianmomentum.com, Rabu, 3 Maret 2021.

Menurut Singgih, perizinan Hurun Beach Resort sudah selesai. Rencana pembangunan ditargetkan selesai pada akhir 2021. "Izin lokasi sudah beres sekitar Oktober 2019, sementara IMB (Izin Mendirikan Bangunan) keluar pada 22 Januari 2021," tambah Singgih.

Sesuai master plan pembangunan, rencananya resort tersebut dibangun setinggi delapan lantai dengan enam bangunan utama yang terpisah. Serta sejumlah bangunan penunjang. Hotel itu akan memiliki 107 kamar untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai di Pesawaran.

Hurun Beach Resor akan dibangun di lokasi  tak jauh dari Pantai Mutun dan sejumlah wisata pulau antara lain, Pulau Tegal Mas, Pulau Tangkil dan Pulau Pahawang.

"Semoga ini menjadi langkah baik untuk menarik investor lain untuk menanamkan modalnya di kawasan pesisir pantai Pesawaran. Kabar baiknya lagi, potensi pariwisata kita telah dilirik perusahaan kelas dunia," kata Singgih.

Dia pun menyebut selama ini Pesawaran hanya menjadi persinggahan wisatawan luar daerah. Namun belum mampu memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah setempat.

"Faktanya kan memang selama ini wilayah kita hanya dikunjungi saja, sementara wisatawan menginap dan belanja oleh-oleh serta kuliner di Kota Bandarlampung," katanya.

Dari investasi tersebut, Singgih optimistis  dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah setempat, dan berdampak bagi penyerapan tenaga kerja maupun penghasilan warga sekitar lokasi  pembangunan hotel.

"Tentu dampak baiknya terutama bagi ekonomi kreatif, warga setempat juga nanti dituntut untuk semakin berinovasi dengan menghasilkan produk oleh-oleh maupun kuliner khas Pesawaran," katanya. (**)

Laporan: Rifat Arif.

Editor: M Furqon.



Leave a Comment