Lagawi Fest Diharapkan Jadi Kebangkitan UMKM

img
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi saat diwawancarai.

MOMENTUM, Bandarlampung--Puncak pelaksanaan Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) di Lampung diharapkan menjadi awal kebangkitan UMKM.

Kegiatan berhastag Lampung Bangga Wirausaha Industri Festival (Lagawi Fest) itu dipusatkan di Pulau Tegal Mas Kabupaten Pesawaran, Kamis (23-6-2022).

Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pun sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Saya kira ini bagus sekali, produk-produknya yang dipamerkan juga merupakan hasil UMKM lokal," kata Luhut. 

Apalagi, menurut dia, Presiden Joko Widodo sudah mengintruksikan kepada jajarannya untuk memperhatikan pelaku UMKM.

Dia juga berharap agar pemerintah daerah terua memberikan pendampingan lanjutan kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM).

"Harapannya, pada 2023 mereka sudah merambah munggulan hasil BBI juga akan dipilih untuk berpartisipasi pada agenda G20 tahun ini,” ungkapnya. 

Sementara, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang K mengatakan, pada tahun 2022 ada 12 provinsi yang dipilih sebagai lokasi kampanye Gernas BBI. 

Salah satunya di Provinsi Lampung dengan hastag Lagawi Fest dibuka sejak 17 Maret lalu, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke 58.

"Tujuan utama dilaksanakannya program Gernas BBI Lagawi Fest ini adalah pertama meningkatkan jumlah industri kecil dan menengah yang onboarding," jelasnya.

Kemudian, memberikan pendampingan wirausaha industri, dan peningkatan transaksi penjualan para IKM.

Selain itu, dia menilai, kekayaan industri pengolahan Lampung menjadikan daerah dengan sebutan Sai Bumi Ruwa Jurai ini pantas menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Gernas BBI 2022. 

Pada tahun 2021, sektor industri pengolahan Provinsi Lampung tumbuh 4,57 persen dan menyumbang 19,65 persen atau sektor penyumbang terbesar kedua terhadap PDRB Provinsi Lampung. 

Dari total 192.234 UKM yang ada di Provinsi Lampung, sebanyak 95.401 di antaranya merupakan industri kecil dan menengah yang didominasi oleh pelaku industri makanan dan minuman.

Menperin mengungkapkan, dalam rangka mendukung tujuan Gernas BBI untuk menaikkan jumlah Artisan Indonesia (UMKM/IKM) hingga 30 juta yang onboarding di marketplace pada tahun 2023, Kementerian Perindustrian konsisten memberdayakan pelaku IKM melalui penguasaan teknologi e-business melalui Program e-SmartIKM.

“Program e-Smart IKM Kemenperin telah berjalan sejak tahun 2017, dan sampai saat ini telah melatih 22.515 pelaku Industri Kecil dan Menengah di seluruh Indonesia,” sebutnya. (**)


Editor: Agung Darma Wijaya


Leave a Comment