Lamteng Dorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri

img
Sosialisasi P3DN yang diselenggarakan Dinas Perindustrian Kabupaten Lampung Tengah

MOMENTUM, Gunungsugih--Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) terus mendorong masyarakat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Untuk itu, pemkab akan terus menyosialisasikan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN). 

Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka (ILMEA) pada Dinas Perindustrian Lamteng Achmad Hery Setiawan mengatakan, untuk menyukseskan pelaksanaan P3DN diperlukan sinergi antara pemerintah darah dan pelaku idustri kecil menengah (IKM).

"Pelaku IKM harus memahami sistem pemasaran produk melalui aplikasi e-catalog. Itu tujuan sosialisasi yang kita gelar hari ini," kata Achmad Hery mewakili Kadis Perindustrian Lamteng Ismail pada sosialisasi P3DN, Selasa (12-7-2022).

Melalui aplikasi e-catalog, lanjut dia, pemasaran produk IKM akan semakin mudah dan meluas.

"Efek positifnya, ketika produk IKM samkin dikenal secara luas, maka diharapkan terjadi penigkatan penggunaan oleh masyarakat," terangnya.

Meningkatknya penggunaan produk dalam negeri, juga akan mendongkrak  tingkat produksi yang bisa memicu tumbuhnya lapangan kerja bagi masyarakat.

“Sosialisasi ini tahapan awal dari upaya kita meningkatkan penggunaan produk dalam negeri yang juga berdampak pada optimalitas pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19," jelasnya.

perekonomian dan memperbaiki kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Dikutip dari laman kemenprin.go.id, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo menjelaskan, program P3DN merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat industri dalam negeri. Sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Pelaksanaan P3DN di tahun 2022 sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan belanja produk dalam negeri dan produk UMKM.

"Sebenarnya telah terjadi penurunan impor dari angka Rp1,677 triliun di tahun 2019 menjadi Rp1,427 Triliun di 2020. Namun, penurunan ini belum cukup karena nilai penggunaan barang impor masih cukup tinggi,” ungkapnya. (**)






Editor: Munizar





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos