Empat Tahun Program Kotaku di Pringsewu Bangun Lima Unit Pengolah Sampah

img
Kotaku Kabupaten Pringsewu gelar pelatihan penguatan Komite dan Pengelolaan Business Development Center (BDC).

MOMENTUM, Pringsewu -- Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kabupaten Pringsewu berjalan empat tahun. Telah membangun empat gedung infrastruktur pendukung livelihood (penghidupan) dan lima unit tempat pengelolaan sampah.

Pemkab Pringsewu menyampaikan apresiasi dan berharap ke depan ada lagi program dari Kotaku yang bermuara pada kepentingan masyarakat.

Hal itu disampaikan Asisten Bidang Ekobang Sekab Pringsewu, Maskur Hasan saat membuka Pelatihan Penguatan Komite dan Pengelolaan Business Development Center (BDC) di Hotel Urban Pringsewu, Senin, 19 September 2022.

Kegiatan yang digelar oleh pihak Kotaku Kabupaten Pringsewu berlangsung empat, 19 - 22 September 2022. Diikut perwakilan OPD, KSM dan pihak terkait.

Menurut dia, tidak mudah mendapatkan program Kotaku. Hanya 15 kabupaten/kota yang terpilih secara nasional. Salah satunya, Kabupaten Pringsewu.

Maskur meminta kepada komite dan pengelola BDC untuk menggerakan kembali roda organisasinya dengan memfasilitasi pemberdayaan kelompok swadaya masyarakat (KSM) di Pringsewu.

Dalam implementasi program, diharapkan berpedoman kepada platformnya. Serta memberikan layanan terbaik kepada KSM dan UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas SDM, manajemen usaha, akses keuangan maupun akses terhadap pasar lokal, regional hingga nasional, harap Maskur Hasan.

Sementara Sumardiono perwakilan dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Lampung menuturkan, program Kotaku yang sudah terealisasi berupa empat infrastruktur pendukung livelihood yakni rumah produksi olahan makanan di Kelurahan Pringsewu Timur, yang diberi nama Oemah Sewu.

Gedung Mahan Tapis di Pekon Margakaya, Rumah Produksi Sewu Perca di Pekon Rejosari Pringsewu dan rumah produksi Hidroponik Hidroagung di Pekon Jatiagung, Kecamatan Ambarawa.

Sedang program lain, lima unit tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) yang bisa dimanfaatkan BDC Pringsewu menggarap bisnis persampahan bekerjasama dengan pengelola TPS3R dan dinas terkait.

Menenutnya, keberhasilan program itu merupakan kerja sama pemerintah daerah setempat dan BDC. Tujuannya, mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Panitia pelaksana kegaitan, Kristin Rahayu mengatakan, pelatihan penguatan Komite dan Pengelolaan BDC tersebut menggunakan sistem sehari kepada 16 peserta mendapatkan materi dan tiga hari praktek.

Materi berfokus pada pelatihan peningkatan ketrampilan administrasi lembaga. Sedang materi praktek berfokus pada praktek penyusunan pembukuan lembaga, pembuatan rencana usaha/busines plan dan tata cara kunjungan lapangan, jelas Kristin. (*)


Editor: Muhammad Furqon


Leave a Comment