Kementerian PUPR Gelar Pelatihan Vokasi Pengelolaan Persampahan

img
Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman (BPPW) Lampung menggelar pelatihan pengelolaan persampahan di Kabupaten Pringsewu.

MOMENTUM, Pringsewu -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Pelatihan Vokasi Pengelolaan Persampahan di Kabupaten Pringsewu.

Pelatihan yang dilaksanakan Balai Prasarana Permukiman (BPPW) Lampung, itu diikuti 200 peserta utusan kelurahan dan pekon/desa di Kabupaten Pringsewu.
 
Peserta itu, Ketua panitia kegiatan, Vidi Wisatawan Tinto, berasal dari dari tiga kelurahan yakni Kelurahan Pringsewu Barat, Utara dan Pringsewu Selatan, serta Pekon Sidoharjo dan Podomoro. "Masing-masing mengirim  40 peserta," jelasnya.

Menurutnya, pelatihan dengan mekanisme sehari teori dan tiga hari praktek lapangan. Jenis pelatihan terbagi tiga kegiatan yakni pelatihan tingkat masyarakat, bank sampah dan pengelolaan sampah.

Vidi Tinto menambahkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat di Kabupaten Pringsewu dapat lebih aktif mengelola sampahnya melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam program Bank Sampah, TPST dan TPS3R. "Kegiatan ini mendapat pendampingan dari Program Kotaku di Kabupaten Pringsewu," imbuhnya.

Sementara Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Lampung Maria Doeni Isa mengharapkan kepada peserta, melalui pelatihan tersebut semoga dapat lebih memahami dan meningkatkan ketrampilan dalam pengelolaan persampahan yang akan menunjang berkelanjutan pemanfaatan infrastruktur yang sudah terbangun.

"Serta dapat mengajak masyarakat agar bersama-sama memanfaatkan dan memelihara seluruh infrastruktur yang telah terbangun sehingga dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat,"harapnya.

Maria Doeni Isa juga meminta kepada stakeholder turut serta berperan dalam pengelolaan persampahan dan dapat memanfaatkan dengan baik dari  pelatihan Vokasi tersebut.

Dia menuturkan, Pemerintah Indonesia melalui Dirjend Cipta Karya Kementrian PUPR telah mengusung sebuah Program Kotaku atau National Slum Upgrading Project (NSUP) guna menjawab tantangan penanganan kawasan kumuh.

"Program Kotaku merupakan salah satu upaya untuk mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penangganan kumuh seluas 10 ribu hektar,"jelasnya.

Menurutnya di Kabupaten Pringsewu sejak 2017-2021, telah menerima program KOTAKU berupa kegiatan skala kawasan, skala lingkungan, Livelihood hingga vocational training."Total anggaran yang telah direalisasikan dari 2017-2022 sebesar Rp 40,04 Milyar,"imbuh Maria Doeni Isa.

Sedang Staf Ahli Setdakab Pringsewu Samsir Kasyim mengatakan, setelah terbagunnya fasilitas TPS3R, persoalan persampahan diwilayah Perkotaan Pringsewu perlahan dapat diurai, sehingga tidak terlihat lagi berserakan di permukiman.

"Tidak hanya itu, terbagunnya TPS3R dan TPST ini, masyarakat mendapat banyak manfaat secara ekonomi dari sampah tersebut,"ucap Samsir.

Oleh karena itu Pemkab Pringsewu berharap kepada seluruh elemen masyarakat dengan adanya sarana dan prasarana yang telah ada itu, maka kedepannya akan sangat berarti untuk masyarakat Kabupaten Pringsewu. (*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos