Politisi Nasdem Lamteng Bicara Bahaya Kepemimpinan Tanpa Etika

img
Bendahara Partai Nasdem Lampung Tengah, Pande Ketut Sampurna. Foto: Ist.

MOMENTUM, Seputihramah -- Praktik politik yang dijalankan tanpa etika dan kebijaksanaan, menjadikan kekuasaan hanya akan menjadi alat pemenuhan hawa nafsu dan upaya memperkaya diri. Sehingga rakyat sebagai pihak yang paling dirugikan.

Pandangan itu disampaikan politisi senior yang juga Bendahara Partai Nasdem Lampung Tengah, Pande Ketut Sampurna, saat ditemui di kediamannya di Kampung Rukhtiharjo, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah, Jumat (16-1-2025).

Menurut Pande, krisis utama dalam kepemimpinan saat ini adalah hilangnya etika dan kebijaksanaan. Padahal, dua hal tersebut merupakan fondasi penting agar setiap keputusan dan kebijakan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Jika etika dan kebijaksanaan dijadikan pegangan, maka keputusan yang diambil akan adil dan tidak dilandasi hawa nafsu,” ujarnya.

Ia menambahkan, seorang pemimpin seharusnya mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam setiap pengambilan keputusan, bukan bersikap otoriter apalagi menjadikan kekuasaan sebagai sarana memperkaya diri.

“Menjadi pemimpin yang dicintai masyarakat itu sebenarnya mudah, termasuk di Lampung Tengah. Kuncinya ada pada etika dan keberpihakan kepada rakyat,” kata Pande.

Lebih lanjut, Pande mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi politik nasional yang dinilai sarat intrik, saling menjatuhkan, dan adu kekuatan demi kekuasaan.

“Politik hari ini sering kali hanya menjadi alat untuk memenuhi hawa nafsu, mengesampingkan kepentingan rakyat, dan terus memperkaya diri,” keluhnya.

Ia juga menyoroti fenomena koalisi gemuk yang menurutnya berpotensi merusak demokrasi jika tidak dibatasi. Koalisi besar, kata dia, kerap digunakan untuk mengamankan kepentingan kekuasaan dan menyingkirkan pihak yang dianggap menghalangi.

“Demokrasi Indonesia akan terus rusak jika tidak ada pembatasan koalisi. Kekuasaan dikonsolidasikan demi menjaga pengaruh, sementara rakyat kembali menjadi korban,” katanya. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos