Prabowo Targetkan 750 Lebih BUMN akan Ditutup

img
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Ist.

MOMENTUM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) dipangkas dari 1.074 menjadi paling banyak 300 perusahaan hingga 31 Desember 2026.

Target tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di DPR RI, Jumat (14/8/2026).

Prabowo mengatakan, jumlah 1.074 BUMN diketahui saat pemerintah membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Jumlah tersebut mencakup perusahaan induk hingga anak, cucu, dan cicit perusahaan.

“Ketika kita bentuk Danantara, yaitu dana kedaulatan kita, sovereign wealth fund, kita menemukan bahwa ada 1.074 BUMN,” kata Prabowo.

Menurut dia, jumlah tersebut jauh di atas perkiraannya yang sebelumnya hanya sekitar 300 hingga 400 BUMN.

Prabowo menilai terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Karena itu, pemerintah melakukan restrukturisasi dengan menutup perusahaan yang dinilai tidak memberikan nilai tambah.

“Hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada 31 Desember 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup,” ujarnya.

Prabowo menegaskan hanya BUMN yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi rakyat yang akan dipertahankan.

“Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan,” katanya.

Ia menyebut langkah perampingan tersebut sebagai salah satu restrukturisasi korporasi terbesar di dunia karena memangkas jumlah BUMN dari lebih dari seribu menjadi hanya ratusan perusahaan.

Selain merampingkan jumlah perusahaan, pemerintah mengklaim restrukturisasi tersebut telah menghemat biaya overhead lebih dari Rp50 triliun.

Penghematan antara lain berasal dari pengurangan biaya gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan, hingga perjalanan dinas.

Prabowo menargetkan penghematan biaya dari restrukturisasi BUMN tersebut mencapai lebih dari Rp70 triliun hingga akhir 2026.

“Target kita Desember 31, harus menghemat Rp70 triliun lebih,” tegasnya.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos