Pemprov Lampung dan ASDP Antisipasi Lonjakan Mudik 2026, Bakauheni Diprediksi Padat pada Jam Tertentu

img

MOMENTUM, Bandarlampung -- Pemerintah Provinsi Lampung bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Bakauheni memastikan kesiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026 (1447 Hijriah).

Berbagai langkah strategis disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama di Pelabuhan Bakauheni yang diprediksi mengalami kepadatan pada jam-jam tertentu selama periode angkutan Lebaran.

Berdasarkan Rencana Operasional (Renops), total pergerakan selama periode Lebaran 2026 diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah kendaraan diperkirakan mencapai 319.916 unit, dengan total perjalanan kapal sebanyak 2.481 trip. Dengan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 108.050 orang.

Meski kapasitas sistem dinilai masih mencukupi, dengan rasio volume terhadap kapasitas (V/C ratio) sebesar 0,67, potensi kemacetan tetap tinggi jika terjadi penumpukan kendaraan dalam waktu bersamaan.

Hasil pemantauan Tim Kementerian Hak Asasi Manusia yang dipimpin Penta Peturun, yang melibatkan unsur pemerintah, aparat, dan operator penyeberangan menyimpulkan bahwa kapasitas kapal mencukupi, namun risiko antrean tetap tinggi akibat pola kedatangan kendaraan yang tidak merata.

“Macet besar sering terjadi bukan karena kapal kurang, tetapi karena kendaraan datang bersamaan,” ujar salah satu perwakilan tim.

Arus mudik tahun ini diperkirakan didominasi kendaraan pribadi, dengan sekitar 172 ribu unit mobil dan lebih dari 100 ribu sepeda motor. Pola perjalanan keluarga yang cenderung berangkat pada waktu yang sama menjadi faktor utama kepadatan di waktu-waktu tertentu.

Pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 31 Maret 2026. Puncak arus mudik dan balik diperkirakan terjadi menjelang dan setelah Idul Fitri, yakni pada 21–22 Maret 2026.

Berdasarkan analisis, periode rawan kepadatan diperkirakan terjadi pada H-4 hingga H-2, khususnya pukul 15.00 hingga 23.00 WIB dengan waktu tunggu 2 hingga 4 jam. Sementara pada puncak mudik H-3, antrean diprediksi terjadi mulai pukul 17.00 hingga 02.00 WIB dengan waktu tunggu mencapai 3 hingga 5 jam.

Adapun pada arus balik H+3 hingga H+6, kepadatan diperkirakan lebih tinggi dengan antrean mencapai 4 hingga 6 jam atau lebih, terutama akibat peningkatan kendaraan pribadi dan logistik.

Untuk menghindari kepadatan, masyarakat disarankan melakukan perjalanan pada dini hari hingga pagi hari, yakni pukul 01.00 hingga 10.00 WIB, serta menghindari perjalanan pada sore hingga malam hari.

Dalam mengantisipasi lonjakan, ASDP bersama pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan, antara lain pengalihan arus ke pelabuhan alternatif. Sepeda motor dan sebagian kendaraan barang dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan, sementara kendaraan logistik besar diarahkan ke Pelabuhan BBJ Bojonegara.

Sebanyak 75 kapal disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam, didukung optimalisasi pola bongkar muat guna meningkatkan frekuensi penyeberangan.

Pengendalian arus juga diperkuat melalui sistem delaying dan buffer zone di sejumlah titik, seperti Rest Area KM 20B, KM 49B, KM 87B, serta Terminal Agribisnis Gayam. Di lokasi tersebut dilakukan penyaringan kendaraan berdasarkan kepemilikan tiket.

ASDP menegaskan tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket maksimal satu hari sebelum keberangkatan melalui aplikasi Ferizy atau kanal resmi lainnya.

Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 786 personel disiagakan dengan dukungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait. Fasilitas penunjang seperti CCTV, pos kesehatan 24 jam, dan layanan pelanggan juga ditingkatkan.

Sebagai langkah tambahan, pelabuhan alternatif di kawasan Wika Beton disiapkan sebagai skenario kontinjensi apabila terjadi kepadatan ekstrem.

Pemerintah juga menekankan pentingnya pelayanan ramah bagi seluruh pengguna jasa, termasuk kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan anak-anak. Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket lebih awal, datang sesuai jadwal, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos