MOMENTUM, Kalianda -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung melakukan survei sejumlah bakal calon venue pertandingan di Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (8/4/2-26), sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII/2032.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret KONI Lampung dalam memastikan kesiapan daerah, baik dari sisi infrastruktur olahraga, akomodasi, hingga dukungan layanan penunjang lainnya.
Tim visitasi yang berjumlah enam orang terdiri dari Yopi Hutomo Bhakti, Ardian Cahyadi, Imam Safei, Ferry Susanto, dan Adi Susanto, serta didampingi perwakilan pengurus provinsi cabang olahraga terkait, meninjau sejumlah lokasi strategis di wilayah tersebut.
Survei diawali di lokasi paralayang Batu Alif, Kalianda. Dalam kunjungan tersebut, tim bersama pengelola dan perwakilan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Lampung membahas potensi pengembangan kawasan menjadi venue bertaraf nasional sekaligus destinasi sport tourism. Pihak pengelola menyatakan kesiapan mendukung pengembangan sesuai standar PON.

Selanjutnya, tim meninjau fasilitas akomodasi di sekitar venue dengan mengunjungi Kedas Resort. Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat sekitar 10 penginapan di kawasan tersebut dengan kapasitas kamar yang dinilai cukup memadai. Akses menuju lokasi juga terus ditingkatkan melalui pembangunan infrastruktur jalan.
Untuk memastikan dukungan layanan kesehatan, tim turut mengunjungi Puskesmas Rawat Inap Bakauheni. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap peran tenaga kesehatan dalam mendukung pembinaan olahraga di daerah.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan di Kantor KONI Kabupaten Lampung Selatan. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap pencalonan Lampung sebagai tuan rumah PON 2032, serta mengusulkan penambahan cabang olahraga, termasuk atletik.
Peninjauan venue juga dilakukan di Stadion Raden Intan dan Stadion Jati. Kedua stadion dinilai memiliki potensi besar untuk digunakan, meski masih terdapat sejumlah catatan, seperti perlunya perbaikan lintasan tartan di Stadion Jati serta optimalisasi area pendukung untuk latihan dan pemanasan atlet.
Sementara itu, GOR Wayhandak dinilai telah memenuhi standar untuk pertandingan tingkat nasional dengan fasilitas pendukung yang relatif lengkap, meskipun diperlukan perbaikan pada beberapa bagian atap.
Untuk cabang olahraga pantai, tim meninjau Grand Elty Krakatoa dan Rio by The Beach. Hasilnya, Rio by The Beach dinilai lebih memenuhi standar sebagai venue voli pantai dan beach handball, meski akses jalan menuju lokasi masih perlu ditingkatkan.
Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan Lampung Selatan memiliki potensi besar sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan PON XXIII/2032. Namun demikian, sejumlah catatan teknis perlu segera ditindaklanjuti guna memenuhi standar yang ditetapkan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses penilaian kesiapan daerah serta memperkuat sinergi antara KONI Provinsi Lampung, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan penyelenggaraan PON yang sukses. (**)
Editor: Muhammad Furqon
