MOMENTUM, Banyuwangi -- Dosen Universitas KH. Mukhtar Syafaat (Uimsya) Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur, Ahmad Afif, meraih hibah riset Research Grant Bank Indonesia (RGBI) 2026 sebagai bagian dari tim peneliti lintas perguruan tinggi.
Tim tersebut lolos seleksi nasional yang diikuti 1.062 proposal dan masuk dalam 25 proposal terpilih. Jumlah pendaftar tahun ini meningkat dibanding 859 proposal pada tahun sebelumnya.
Tim peneliti dipimpin Hardiansyah dari Universitas Paramadina, dengan anggota Ahmad Afif (Uimsya), Handi Fauzi (Universitas Paramadina), serta Hesti (ITB Ahmad Dahlan). Kolaborasi ini mempertemukan sejumlah kampus dalam pengembangan riset berbasis pesantren.
Proses seleksi berlangsung melalui beberapa tahapan, mulai dari penulisan proposal, presentasi 46 proposal terbaik, hingga penetapan dan pengumuman 25 penerima hibah.
Riset yang diusung berjudul “Pesantren Corporate Waqf Endowment Model (P-CWEM) – Three Gate Investment Strategy”. Model tersebut menawarkan pengembangan wakaf uang sebagai instrumen investasi untuk mendukung kemandirian finansial pesantren.

Ahmad Afif mengatakan, banyak pesantren masih menghadapi kendala pembiayaan operasional. Melalui strategi investasi “tiga gerbang” yang ditawarkan dalam riset tersebut, wakaf diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan berkelanjutan.
“Harapannya, pesantren dapat memaksimalkan potensi wakaf investasi untuk menutup kebutuhan operasional. Jika itu terpenuhi, kegiatan pendidikan dan dakwah bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Masuknya tema wakaf pesantren dalam hibah riset nasional dinilai menunjukkan semakin kuatnya peran ekonomi syariah, khususnya instrumen filantropi Islam, dalam mendukung pembangunan ekonomi dan pendidikan di Indonesia.
Keberhasilan ini diharapkan mendorong pengembangan riset ekonomi berbasis pesantren yang lebih aplikatif dan berdampak luas. (**)
Editor: Muhammad Furqon
