Banyak Lulusan Tak Bekerja Sesuai Jurusan, Rektor UBL Soroti Pentingnya Mengenali Potensi Diri

img
Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) M. Yusuf S. Barusman. Foto: Ist

MOMENTUM, Bandarlampung -- Mengapa banyak lulusan perguruan tinggi tidak bekerja sesuai jurusan kuliahnya? Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) M. Yusuf S. Barusman menilai salah satu penyebabnya adalah mahasiswa belum mengenali potensi diri saat menentukan pilihan program studi.

Menurut Yusuf, persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini bukan sekadar memilih kampus atau jurusan, tetapi memahami minat, bakat, dan arah masa depan yang ingin dibangun.

"Banyak profesi baru muncul, sementara beberapa pekerjaan yang ada saat ini mungkin akan berubah atau bahkan hilang dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, generasi muda perlu memahami dirinya terlebih dahulu sebelum menentukan langkah pengembangan kariernya," kata Yusuf, Jumat (5/6/2026).

Ia mengatakan, perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan transformasi industri global telah mengubah peta dunia kerja secara signifikan. Kondisi tersebut membuat pilihan program studi tidak lagi menjadi satu-satunya faktor yang menentukan masa depan seseorang.

Menurutnya, banyak lulusan perguruan tinggi yang akhirnya bekerja di bidang yang berbeda dengan jurusan yang ditempuh saat kuliah. Tidak sedikit pula mahasiswa yang kehilangan arah di tengah perkuliahan karena belum memahami potensi diri maupun tujuan karier setelah lulus.

Yusuf menilai keberhasilan seseorang di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik atau asal perguruan tinggi. Kemampuan mengenali potensi diri, beradaptasi terhadap perubahan, dan mengembangkan kompetensi yang relevan juga menjadi faktor penting.

"Keberhasilan seseorang di masa depan tidak hanya ditentukan kemampuan akademik, tidak juga mesti dari perguruan tinggi top, tetapi juga oleh kemampuannya mengenali potensi diri, beradaptasi terhadap perubahan, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan serupa juga dihadapi para orang tua. Selain mempertimbangkan kualitas akademik sebuah perguruan tinggi, banyak orang tua kini mulai memperhatikan sejauh mana kampus mampu membantu mahasiswa menyiapkan masa depan dan kariernya.

"Orang tua tentu ingin anak-anaknya tidak hanya memperoleh gelar sarjana, tetapi juga memiliki arah masa depan yang jelas, keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, serta kemampuan untuk berkembang di tengah perubahan yang terus berlangsung," katanya.

Yusuf menegaskan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan AI, pertanyaan terpenting bagi generasi muda bukan lagi sekadar memilih program studi yang diminati.

"Di era ketika teknologi dan kecerdasan buatan terus mengubah lanskap pekerjaan, pertanyaan terpenting bagi generasi muda bukan lagi sekadar program studi apa yang harus dipilih, melainkan potensi apa yang dimiliki dan masa depan seperti apa yang ingin dibangun," katanya. (**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos