MOMENTUM, Bandarlampung -- Provinsi Lampung menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) 2026 yang rencananya akan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai ajang tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring pengusaha muda dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal itu disampaikan Mirza saat acara silaturahmi bersama Hipmi di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Selasa (9/6/2026) malam. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian menjelang Munas XVIII Hipmi yang berlangsung pada 10-11 Juni 2026 di Hotel Novotel Bandarlampung.
Menurut Mirza, Munas Hipmi bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih ketua umum, tetapi juga menjadi wadah lahirnya inspirasi, motivasi, jaringan usaha, dan energi baru bagi para pengusaha muda di seluruh Indonesia.
"Munas bukan hanya tentang memilih Ketua Umum. Munas adalah tempat lahirnya inspirasi, motivasi, jaringan, dan energi baru. Saya berharap Munas Hipmi di Lampung dapat memberikan energi yang luar biasa bagi seluruh BPD Hipmi di Indonesia," kata Mirza.
Mantan Ketua BPD Hipmi Lampung itu mengisahkan perjalanan organisasinya yang dimulai sekitar 20 tahun lalu saat bergabung di BPC Hipmi Kota Bandarlampung. Pengalaman mengikuti Munas pertama menjadi salah satu titik penting yang membentuk semangat kewirausahaannya.
Ia menilai Hipmi memiliki peran strategis sebagai rumah bagi para calon pengusaha muda Indonesia.
"Dari Sabang sampai Merauke, ketika anak-anak muda ingin menjadi pengusaha, organisasi yang mereka cari adalah Hipmi. Hipmi telah menjadi wadah yang melahirkan banyak pengusaha dan pemimpin bangsa," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Mirza juga menyoroti besarnya potensi ekonomi Lampung yang masih perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha lokal. Menurut dia, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung saat ini mencapai sekitar Rp528 triliun per tahun, namun sekitar 70 persen perputaran ekonomi tersebut masih mengalir ke luar daerah.
"Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pengusaha daerah. Kita harus mampu menciptakan lebih banyak pengusaha yang bisa menangkap peluang ekonomi di daerahnya sendiri," katanya.
Mirza menilai perubahan kebijakan ekonomi nasional yang lebih berorientasi pada pembangunan dari bawah atau bottom-up economy mulai memberikan dampak positif bagi daerah berbasis pertanian, termasuk Lampung.
Ia menyebut peningkatan harga berbagai komoditas pertanian telah mendorong naiknya daya beli masyarakat dan menggerakkan ekonomi desa. Berdasarkan laporan Badan Pendapatan Daerah, pembelian kendaraan bermotor di Lampung meningkat sekitar 30 persen secara tahunan. Penjualan hewan kurban pada Iduladha tahun ini juga mengalami peningkatan signifikan.
"Artinya ekonomi desa sedang tumbuh dan bergerak. Namun tantangannya, masyarakat di desa dan kecamatan masih perlu didorong agar lebih banyak menjadi pelaku usaha sehingga pertumbuhan ekonomi tersebut dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah," ujarnya.
Karena itu, Mirza berharap Hipmi terus berperan aktif menciptakan wirausahawan baru, khususnya di wilayah pedesaan dan kecamatan.
"Saya melihat tidak ada cara yang lebih efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi selain mendorong lahir dan berkembangnya para pengusaha. Dengan semakin kuatnya peran Hipmi, saya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin baik ke depan," tegasnya.
Mirza mengatakan pertumbuhan ekonomi Lampung saat ini mencapai 5,28 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut ditopang sektor pertanian dan pariwisata.
Pada tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Lampung meningkat hingga mendekati 10 juta kunjungan. Kondisi itu dinilai menjadi peluang besar bagi para pengusaha untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha di Lampung.
"Tentu ini menjadi peluang yang sangat besar bagi para pengusaha dari seluruh Indonesia untuk berinvestasi, bekerja sama, dan mengembangkan usaha di Provinsi Lampung," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Himawan Buchari mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap penyelenggaraan Munas XVIII Hipmi.
Menurut Akbar, sejak awal persiapan hingga menjelang pelaksanaan Munas, Pemprov Lampung bersama jajaran Forkopimda telah memberikan dukungan maksimal untuk menyukseskan agenda nasional tersebut.
"Atas nama BPP Hipmi, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya Bapak Gubernur Rahmat Mirzani Djausal beserta seluruh jajaran Forkopimda yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan Munas Hipmi 2026," ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan ramah tamah tersebut menjadi ruang silaturahmi penting bagi keluarga besar Hipmi dari seluruh Indonesia sekaligus sarana memperkuat kolaborasi dan jaringan pengusaha muda nasional menjelang pelaksanaan Munas.
Akbar juga mengapresiasi keramahan masyarakat Lampung yang dinilai memberikan kesan positif bagi seluruh peserta yang datang dari berbagai provinsi.
"Kami merasakan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Lampung. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan menjadi energi positif untuk menyukseskan Munas Hipmi dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun bangsa," pungkasnya.(**)
Editor: Muhammad Furqon
