Domino Kian Diakui sebagai Olahraga Prestasi, Orado Lampung Resmi Daftar ke KONI

img
Kejuaraan Antarklub Olahraga Domino Indonesia (Orado) Provinsi Lampung dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad). Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Olahraga domino kini tidak lagi dipandang sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan mulai berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang mendapat pengakuan secara nasional. 

Perkembangan tersebut ditandai dengan digelarnya Kejuaraan Antarklub Olahraga Domino Indonesia (Orado) Provinsi Lampung dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad), Kamis (11/6/2026).

Kejuaraan ini menjadi momentum penting dalam penguatan pembinaan atlet domino di Lampung sekaligus menandai langkah Pengurus Provinsi Orado Lampung untuk bergabung di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung.

Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan tersebut. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga domino telah memiliki basis penggemar yang kuat di masyarakat.

"Kita melihat, meskipun belum terdaftar resmi di KONI, antusiasmenya sudah luar biasa. Ini menunjukkan bahwa cabang olahraga ini memang sudah memasyarakat. Tinggal bagaimana mengorganisasikannya menjadi olahraga prestasi yang mampu membanggakan daerah," kata Taufik.

Ia berharap setelah resmi terdaftar di KONI Lampung, Orado dapat segera menyiapkan program pembinaan yang terstruktur guna melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua Pengprov Orado Lampung, Budi Darmawan, menjelaskan bahwa kejuaraan antarklub tersebut bertujuan memperluas pengenalan olahraga domino sekaligus memperkuat sistem pembinaan melalui klub-klub yang tersebar di daerah.

"Dari klub-klub inilah pembinaan dimulai. Kami mendorong seluruh klub untuk bergabung agar dapat dibina secara berjenjang oleh pengurus cabang maupun pengurus provinsi," ujarnya.

Budi mengungkapkan, Orado telah resmi diterima sebagai anggota dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI Pusat meskipun organisasi tersebut baru terbentuk pada Januari 2026. Pada hari yang sama, Pengprov Orado Lampung juga secara resmi mendaftarkan diri sebagai anggota KONI Lampung.

Menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON), Orado Lampung mulai menyusun target jangka panjang. Untuk PON 2028, organisasi tersebut berharap domino dapat masuk sebagai cabang olahraga ekshibisi atau bahkan dipertandingkan secara resmi apabila regulasi memungkinkan. Sementara pada PON 2032, saat Lampung dan Banten direncanakan menjadi tuan rumah bersama, Orado menargetkan mampu meraih medali emas.

Optimisme tersebut didasari capaian atlet Lampung pada Kejuaraan Nasional pertama Orado. Dari dua atlet yang dikirim, satu di antaranya berhasil meraih peringkat ketiga nasional.

Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan yang juga Komandan Polisi Militer Kodam II/Sriwijaya, Kolonel Cpm David Medion, mengatakan pemilihan olahraga domino dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 Pomad didasari sifat olahraga tersebut yang dekat dengan masyarakat dan dapat dimainkan oleh berbagai kalangan.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi Polisi Militer dalam membangun ruang interaksi yang positif di tengah masyarakat.

"Kami ingin ikut menyemarakkan peringatan HUT ke-80 Pomad sekaligus membangun komunitas baru yang positif. Harapan seluruh klub dan atlet tentu menjadi juara, tetapi yang lebih penting adalah kebersamaan yang terbangun. Kami meyakini olahraga merupakan salah satu alat pemersatu bangsa," ujar David.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, sekaligus menjadi wadah penjaringan atlet-atlet potensial yang akan dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan di tingkat nasional.(**)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos