Kawasan Industri Katibung Disiapkan Jadi Kilang Minyak Terintegrasi, Groundbreaking Ditarget 2027

img
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan Kawasan Industri Katibung, Lampung Selatan, sebagai kawasan industri terintegrasi yang akan menopang ketahanan energi dan sistem logistik nasional. 

Salah satu proyek utama yang dirancang adalah pembangunan kilang minyak atau refinery yang terintegrasi dengan industri petrokimia.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat persiapan pembangunan Kawasan Industri Katibung yang dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan di Akar Hotel & Resort, Bandarlampung, Kamis (13/8/2026).

Mulyadi mengatakan rapat membahas berbagai kelengkapan yang diperlukan dalam penyusunan studi kelayakan Kawasan Industri Katibung.

Menurutnya, pembangunan kawasan tersebut memiliki posisi strategis karena diarahkan untuk menjawab kebutuhan nasional, terutama dalam memperkuat ketahanan energi.

"Khususnya dalam rangka menjawab isu-isu nasional. Di mana nasional butuh 1,71 juta barel bahan bakar minyak per hari, sementara produksi nasional masih belum cukup sehingga kita impor," kata Mulyadi.

Ia menjelaskan, Kawasan Industri Katibung nantinya diarahkan menjadi kawasan pengolahan energi secara terintegrasi. Salah satunya melalui pembangunan kilang untuk mengolah minyak mentah yang terhubung dengan industri petrokimia.

"Jadi kawasan ini menjadi pabrik pengolahan minyak mentah. Selama ini kita masih impor dari Singapura," ujarnya.

Selain kilang minyak, kawasan tersebut disiapkan untuk mengembangkan bahan bakar berbasis komoditas pertanian dan perkebunan.

Jagung, kata Mulyadi, dapat dikembangkan menjadi bioetanol, sementara komoditas kelapa sawit diarahkan untuk mendukung pengembangan bahan bakar nabati.

"Di samping pembangunan refinery, ada pembangunan petrokimia. Nanti jagung jadi bioetanol, sawit jadi bioetanol. Jadi Kawasan Industri Katibung ini merupakan sebuah proses untuk bahan bakar," jelasnya.

Disiapkan Jadi Pusat Logistik

Kawasan Industri Katibung juga dirancang sebagai salah satu pusat logistik. Posisi kawasan yang berada di sekitar Teluk Lampung dinilai strategis untuk mendukung distribusi dan aktivitas industri.

Dalam rancangan master plan, kawasan tersebut diproyeksikan dapat mendukung aktivitas kapal dengan kapasitas hingga 3.200 DWT (deadweight tonnage).

"Peran Katibung sendiri, Teluk Lampung ini memang sangat strategis. Ini terbukti nanti dalam master plan-nya bisa menampung kapal 3.200 DWT," kata Mulyadi.

Dari sisi kebutuhan lahan, pembangunan tahap awal membutuhkan sekitar 29 hektare. Lahan tersebut telah tersedia dan merupakan aset Pemerintah Provinsi Lampung.

Selanjutnya, Pemprov Lampung menyiapkan sekitar 251 hektare lahan yang saat ini masih dalam proses pengurusan hak guna usaha (HGU). Sementara pengembangan kawasan dalam jangka panjang diproyeksikan mencapai sekitar 2.100 hektare.

Mulyadi memastikan dari sisi tata ruang, rencana pembangunan kawasan industri tersebut telah sesuai dengan rencana tata ruang yang berlaku.

"Tata ruangnya memang sudah mendukung semua, tata ruang provinsi, tata ruang kabupaten, dan sesuai RTRW sehingga tidak perlu ada perubahan tata ruang lagi," ujarnya.

Pemprov Lampung menargetkan seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga groundbreaking Kawasan Industri Katibung dapat dilaksanakan pada semester I 2027.

Kawasan Industri Katibung diharapkan tidak hanya menjadi pusat industri baru di Lampung, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan energi, mendukung sistem logistik nasional, membuka investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos