Potensi Energi Baru dan Terbarukan di Lampung Capai 124.486 MW

img
Apel mingguan Pemprov Lampung di Lapangan Korpri. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Provinsi Lampung memiliki potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) mencapai 124.486 megawatt (MW). Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sehingga masih terbuka peluang investasi dan pengembangan energi terbarukan di daerah.

Gubernur Lampung mengatakan pengembangan EBT menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi daerah. Hal tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Yanyan Ruchyansah saat apel mingguan di Lapangan Korpri, Senin (24/8/2026).

Dari total potensi tersebut, energi surya menjadi sumber terbesar dengan kapasitas mencapai 121.480 MW. Selanjutnya panas bumi memiliki potensi 1.758 MW dan energi angin 1.137 MW.

Sementara pemanfaatan EBT di Lampung saat ini baru sekitar 501,8 MW. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil.

Dari sisi bauran energi, Lampung mencatat capaian positif. Pada 2025, bauran EBT mencapai 36,89 persen, melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebesar 36 persen.

Pemprov Lampung menargetkan porsi EBT terus meningkat hingga mencapai 47 persen pada 2050.

Selain EBT, pemerintah daerah juga mendorong eksplorasi berbagai sumber energi baru, termasuk minyak dan gas bumi serta panas bumi.

Pengembangan sektor minyak dan gas antara lain diarahkan melalui Wilayah Kerja (WK) Air Komering di Kabupaten Way Kanan serta Survei Sistemik Sumatera Selatan Area 1 yang mencakup Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Way Kanan.

Untuk energi panas bumi, pengembangan dilakukan di sejumlah Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), antara lain Danau Ranau, Sekincau Selatan, Way Panas, Way Ratai, dan Rajabasa.

Khusus di Way Panas, pengembangan diarahkan pada pilot plan hidrogen hijau (green hydrogen) sebagai bagian dari persiapan pengembangan sumber energi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Gubernur menegaskan penguatan ketahanan energi harus dilakukan bersamaan dengan pengembangan sumber energi terbarukan.

"Ketahanan energi adalah bagian penting dari ketahanan daerah. Mari kita jaga ketersediaan energi ini sekaligus mempercepat pengembangan energi terbarukan. Dengan kerja bersama dan pengelolaan yang tepat, Lampung memiliki peluang besar untuk semakin mandiri dan kuat dalam sektor energi," pungkasnya.(*)






Editor: Muhammad Furqon





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos