MOMENTUM, Brajaselebah--Kebakaran melanda kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, sejak Jumat (21/8/2026) siang. Hingga Sabtu (22/8/2026), api masih membakar vegetasi di kawasan konservasi tersebut.
Warga Brajaharjosari, Kecamatan Brajaselebah, Zainudin, mengatakan kebakaran mulai terlihat sejak Jumat siang. Hingga Sabtu, kobaran api masih cukup besar dan terlihat di kawasan bekas Dusun Kapi, Desa Brajakencana.
"Kebakaran terjadi sejak Jumat siang. Sampai hari ini api masih besar," kata Zainudin, Sabtu (22/8/2026).
Kepala Balai TN Way Kambas, MHD Zaidi, membenarkan adanya kebakaran tersebut. Menurutnya, petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman di lokasi.
"Benar, terjadi kebakaran sejak kemarin siang. Saat ini tim gabungan dari balai, dibantu TNI-Polri serta relawan, masih melakukan upaya pemadaman," kata Zaidi, Sabtu.
Baca Juga: Rakyat Menjerit, Pejabat Kian Nikmat
Ia mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan untuk memastikan luasan kawasan yang terdampak kebakaran.
Menurut Zaidi, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan.
"Masih dalam proses pendataan. Ada beberapa kendala memang, di antaranya akses yang sulit dilalui kendaraan," ujarnya.
Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api membakar vegetasi di kawasan TN Way Kambas. Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau diduga dapat mempercepat penyebaran api.
Balai TN Way Kambas masih memprioritaskan pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya. Tim gabungan juga terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi.
Kebakaran di kawasan TN Way Kambas sebelumnya juga terjadi pada Januari 2026. Saat itu, luas kawasan yang terbakar dilaporkan mencapai lebih dari 2.600 hektare.
Memasuki musim kemarau, potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi tersebut kembali menjadi perhatian. Kondisi vegetasi yang mengering membuat kawasan rawan terbakar, terutama ketika api sulit dikendalikan akibat akses menuju lokasi yang terbatas.
Hingga kini, petugas masih berupaya memadamkan api sekaligus melakukan pendataan untuk mengetahui secara pasti luas dan dampak kebakaran.(*)
Editor: Muhammad Furqon
