MOMENTUM, Bandarlampung--Cabang olahraga (cabor) biliar menjadi salah satu tumpuan kontingen Lampung untuk meraih medali pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.
Optimisme itu disampaikan Ketua Harian Porwanas HPN 2027, Supriyadi Alfian, saat meninjau latihan tanding tim biliar PWI Lampung di Faxi Biliar, Pahoman, Bandar Lampung, Selasa (25/8/2026).
Latih tanding tersebut menjadi bagian dari persiapan kontingen Lampung menghadapi Porwanas 2027. Menurut Supriyadi, biliar merupakan cabor ke-10 yang mulai menjalani agenda persiapan.
Secara keseluruhan, Lampung menyiapkan 13 cabang, terdiri atas 11 cabang olahraga, satu cabang karya jurnalistik, dan satu cabang karaoke.
"Latih tanding yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian dari persiapan cabang ke-10. Secara keseluruhan ada 13 cabang yang akan kita siapkan," kata Supriyadi.
Ia menilai tim biliar Lampung memiliki komposisi yang cukup solid. Skuad tersebut memadukan pemain berpengalaman, pemain muda, serta atlet putri.
Sejumlah nama berpengalaman seperti Kurniawan dan Roni diharapkan mampu menjadi penopang sekaligus membimbing pemain-pemain muda.
"Melihat kesiapan yang ada, kami cukup optimistis. Komposisi atletnya solid, ada pemain berpengalaman, pemain muda, dan atlet putri," ujarnya.
Dukungan manajemen juga menjadi salah satu modal tim biliar Lampung. Manajer tim diketahui merupakan salah satu pemilik rumah biliar sehingga dinilai memahami kebutuhan latihan dan pembinaan atlet.
Dengan komposisi tersebut, Lampung berharap dapat kembali mencatat prestasi seperti pada sejumlah penyelenggaraan Porwanas sebelumnya, termasuk di Kalimantan Timur, Riau, dan Palembang.
Untuk biliar, Supriyadi bahkan memasang target cukup tinggi, yakni tiga hingga empat medali emas.
"Target kami untuk biliar tiga sampai empat emas," tegasnya.
Selain menyiapkan program latihan, PWI Lampung juga menyiapkan skema apresiasi bagi atlet yang mampu mempersembahkan prestasi.
Supriyadi mengatakan setiap cabor yang dipertandingkan akan memiliki mekanisme penghargaan yang disesuaikan dengan capaian kontingen.
Jika Lampung mampu menembus tiga besar atau bahkan menjadi juara umum Porwanas 2027, skema bonus akan dibahas lebih lanjut. Bentuknya dapat berupa uang tunai maupun penghargaan lainnya.
"Setiap cabor yang dipertandingkan tentu akan ada hadiahnya. Kalau nanti Lampung masuk tiga besar atau juara umum, skema bonus akan kita rumuskan secara matang," katanya.
Besaran bonus, termasuk kemungkinan uang tunai sekitar Rp5 juta, masih akan dibahas dengan mempertimbangkan kemampuan dan kebijakan penyelenggara.
Komitmen apresiasi juga datang dari manajer tim biliar. Sebelumnya, manajer menjanjikan hadiah umrah bagi atlet yang mampu mempersembahkan medali emas.
PWI Lampung menyambut positif komitmen tersebut. Supriyadi mengatakan PWI siap memberikan dukungan tambahan apabila janji tersebut benar-benar direalisasikan.
"Kalau dari manajer ada hadiah umrah untuk atlet yang berprestasi, PWI siap melengkapi dengan dukungan dana operasional atau uang saku bagi atlet tersebut," ujarnya.
Menurut Supriyadi, apresiasi tersebut diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi atlet untuk berlatih disiplin dan menjaga performa hingga pelaksanaan Porwanas 2027.
Ia menegaskan, target medali tidak bisa dicapai hanya dengan mengandalkan nama besar atlet. Konsistensi latihan, latih tanding, kekompakan, dan disiplin tetap menjadi faktor utama.(*)
Editor: Muhammad Furqon
