MOMENTUM, Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mengusulkan anggaran Rp232,5 triliun untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027.
Usulan tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Sudaryono mengatakan total pagu anggaran BGN pada 2027 mencapai Rp240,2 triliun. Angka tersebut tercantum dalam Surat Bersama Pagu Anggaran (SPBA) Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas tertanggal 5 Agustus 2026.
“Pada tanggal 9 Agustus 2026 menjadi Rp240 T atau lebih tepatnya Rp240.201.499.678.000,” kata Sudaryono dalam rapat.
Menurut Sudaryono, anggaran tersebut akan digunakan untuk dua program utama, yakni pemenuhan gizi nasional dan dukungan manajemen.
Dari total pagu tersebut, Rp232,876 triliun atau sekitar 96,25 persen dialokasikan untuk program pemenuhan gizi nasional. Sementara dukungan manajemen memperoleh sekitar Rp7,3 triliun atau 3,05 persen.
Anggaran pemenuhan gizi nasional kemudian dibagi menjadi program MBG dan kegiatan teknis non-MBG.
Untuk pelaksanaan MBG, BGN mengalokasikan Rp232.503.133.201.000 atau sekitar 99,84 persen dari anggaran pemenuhan gizi nasional.
Sedangkan kegiatan teknis non-MBG mendapat alokasi Rp373.299.993.000 atau sekitar 0,16 persen.
Dengan demikian, sebagian besar anggaran BGN pada 2027 akan diarahkan untuk pelaksanaan program MBG.
Rencana anggaran tersebut disampaikan BGN dalam pembahasan rancangan kerja dan anggaran kementerian/lembaga bersama Komisi IX DPR. Kepala BGN Sudaryono hadir langsung dalam rapat tersebut.(*)
Editor: Muhammad Furqon
