MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung mendorong program Satu Desa Satu Hafiz Quran sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda di desa yang memiliki kemampuan akademik sekaligus landasan agama dan akhlak.
Program tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat membuka Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami Tingkat Provinsi Lampung 2026 di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Senin (5/10/2026).
Menurut Gubernur, pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan. Pembentukan karakter dan nilai-nilai agama juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda Lampung.
"Melalui Satu Desa Satu Sarjana, kita ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak Lampung, khususnya yang berasal dari desa, untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan memiliki ilmu serta keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan," ujar Rahmat.
Sementara melalui program Satu Desa Satu Hafiz Quran, Pemprov Lampung ingin membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual, akhlak yang baik, serta kedekatan dengan Al-Qur'an.
"Kita ingin membangun dua kekuatan sekaligus, kekuatan ilmu dan kekuatan iman," katanya.
Rahmat mengatakan pendidikan tinggi dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan nilai agama. Dengan demikian, generasi muda Lampung dapat berkembang secara akademik dan profesional tanpa meninggalkan nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan.
"Kita ingin anak-anak Lampung memiliki pendidikan yang tinggi, tetapi tetap memiliki akhlak yang kuat, mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap menjadikan agama sebagai pedoman dalam kehidupan," lanjutnya.
Ia juga menginginkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh generasi muda nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di desa dan kampung halaman mereka.
"Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman, kita ingin mereka kembali memberikan manfaat bagi desa dan kampung halamannya," ujar Rahmat.
Program pembinaan tersebut juga diperkuat melalui kegiatan seni Islami. Festival Seni Qasidah Bintang Vokalis dan Pop Islami menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kreativitas sekaligus mengenalkan nilai-nilai keagamaan melalui seni dan budaya.
Ketua DPW Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo mengatakan festival tersebut bukan hanya ajang mencari juara, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan dan mewariskan seni Islami kepada generasi penerus.
"Kita berharap seni Islami dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter sekaligus mendorong generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitasnya," katanya.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Lampung Yuri Agustina Primasari mengatakan festival berlangsung 5–6 Oktober 2026 dan diikuti DPD Lasqi Nusantara Jaya kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Lomba Seni Qasidah diikuti enam grup dari Bandarlampung, Metro, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Pesawaran. Sementara Lomba Bintang Vokalis diikuti 44 peserta dan Lomba Pop Islami 27 peserta dari kabupaten/kota se-Lampung.(*)
Editor: Muhammad Furqon
