GMPK Desak Kejari Lampura Usut Tuntas Kasus DOP Dan BOK

img
Suasana di Kejari Lampung Utara.

Harianmomentum.com--Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Lampung Utara mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat untuk mengusut kasus dugaan raibnya Dana Operasional Puskesmas (DOP) dan Biaya Operasional Kesehatan (BOK) di 27 Puskesmas.

Juru bicara GMPK Lampura Adi Rasyid menyatakan apresiasinya terhadap langkah awal Kejari yang telah memeriksa Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Maya Mestissa terkait dugaan kasus tersebut.

"Kita apresiasi langkah awal Kejaksaan Negeri. Kita  dukung upaya pengungkapan dugaan korupsi di tubuh Dinas Kesehatan," ujar Adi Rasyid melalui sambungan telepon (11-3-2019).

Dia berharap langkah Kejari itu bukan hanya gertakan semata. Tetapi harus mengusut kasus dugaan korupsi tersebut hingga tuntas. "Intinya kita mendesak pihak Kejari agar profesional dan serius dalam hal ini. Karena kasus ini hanya langkah awal untuk membongkar dugaan korupsi lainnya di Dinkes Lampura," terangnya.

Tidak hanya Dinkes, menurut dia, Kejari juga harus melakukan pemeriksaan di instansi lainnya. "Kita bersama-sama komitmen untuk memerangi korupsi di Lampung Utara. Sehingga, kabupaten ini menjadi wilayah anti-korupsi," harapnya.

Selain itu, GMPK juga siap untuk melakun aksi sebagai bentuk dukungan kepada kejaksaan dalam membasmi praktik korupsi. "Kita mengajak kepada teman-teman yang satu pandangan dan satu komitmen dalam memerangi korupsi untuk turun ke jalan sebagai bentuk dukungan publik kepada pihak Kejaksaan. Intinya  GMPK selalu siap beraksi dalam memerangi korupsi," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak Kejari Lampura pada pekan lalu telah memeriksa Kepala Dinas Kesehatan setempat, Maya Mestissa terkait dugaan kasus raibnya DOP dan BOK di tahun 2018 yang lalu. Saat itu, melalui Kepala Seksie Pidana Khusus (Pidsus) Kejari setempat, Van Barata mengungkapkan pihaknya sedang melakukan proses pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait permasalahan ini. Dia mengagendakan untuk kembali melakukan pemeriksaan lanjutan pada pekan ini yakni Senin, 11 Maret 2019. 

Sampai berita ini dibuat, belum ada informasi resmi dari pihak Kejari terkait pemeriksaan lanjutan. Hanya tampak dua orang anak buah Maya Mestissa (Kabid dan Kasie) Dinas Kesehatan setempat yang datang ke Kejari dengan membawa setumpuk berkas dokumen. Dua orang bawahan Maya Mestissa itu tampak langsung memasuki ruang pemeriksaan pidsus. Tak lama kemudian menyusul Maya Mestissa memasuki ruangan pidsus. (ysn)






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos