Kejaksaan Lampung Utara Sudah Periksa 10 Kepala Puskesmas

img
Kejaksaan dalami dugaan raibnya DOP dan BOK. Foto. Ysn.

Harianmomentum.com--Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara (Lampura) terus mendalami dugaan raibnya dana operasional puskesmas (DOP) dan biaya operasional kesehatan (BOK) serta dugaan penyimpangan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Dinas Kesehatan setempat.

Menurut Kepala Seksie Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejaksaan Negeri Lampura, Van Barata Kepala Kejari (Kajari) Yuliana Sagala, pada Rabu (27-3-2019), melakukan pemeriksaan terhadap lima kepala puskesmas di Puskesmas Wonogiri Kelapatujuh Kotabumi.

Menurut Van Barata, pada pemeriksaan itu, penyidik mengajukan 27 pertanyaan. Kejaksaan secara maraton melakukan pemeriksaan. Hingga kini sudah 10 kepala puskesmas dari 27 puskesmas yang diperiksa. Yaitu, kepala Puskesmas Bukitkemuning, Ulakrengas, Tanjungraja, Oganlima dan Subik. 

Sampai saat ini, kata dia, kejaksaanmasih dalam penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan bahan keterangan (Pulbaket). Namun, dia menyatakanakan secara cepat mengusut dan menuntaskan kasus dia tas.

"Ke depan, insyaAllah jika ada indikasi penyimpangan dan akan ditingkatkan ke penyidikan untuk menetapkan tersangka. Nanti kami kasih tahu ke teman-teman media," ujar Barata

Terkait pemeriksaan dilakukan di Puskesmas Wonogiri, Van Barata mengatakan, semula pemeriksaan akan dilakukan di Dinas Kesehatan dengan alasan sebagian dokumen masih terdapat di sana. Tetapi hari ini ternyata aula Dinas Kesehatan terpakai kegiatan lain.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Lampura, Wardiyanto yang mendampingi pihak puskesmas membenarkan pemeriksaan kali ini tindaklanjut dari pemeriksaan sebelumnya terkait DOP, BOK dan JKN. "Ya ini pemeriksaan DOP, BOK dan JKN mas. Kami hanya mempersiapkan SPJnya saja yang diminta jaksa. Intinya kami diminta untuk mengklarifikasi," aku Wardiyanto yang juga mantan Kapus Kotabumi Udik

Di tempat yang sama, Kapus Sungkai Selatan, dr. Dian Mauli yang mendampingi Wardiyanto menyatakan tidak cairnya BOK tahun 2018 yang lalu disebabkan oleh SPJ yang belum selesai dibuat oleh pihak Puskesmas sehingga dana BOK tersebut tidak bisa dicairkan. 

Terkait penyataan Kepala Dinkes Maya Mestissa soal dana  BOK 2018 sudah cair seluruhnya, Dian Mauli mengaku tidak tahu."Nah kalo soal statmen Kadis gitu ya saya gak tahu mas," katanya.

Sebelumnya, sejumlah wartawan sempat terkecoh dalam memastikan tempat dan waktu pemeriksaan lanjutan terhadap kepala puskesmas. Awak media mendengar informasi pemeriksaan akan dilakukan pagi hari di Dinas Kesehatan. Sesampainya di lokasi awak media melihat beberapa mobil ambulance Puskesmas terparkir di halaman Dinas. 

Ketika beberapa orang dinas termasuk Kabid Yankes, Wardiyanto melihat beberapa awak media tak lama kemudian dia dan seluruhh mobil ambulance Puskesmas pun menghilang dari dinas. 

Awak media pun tetap bertahan dan menunggu di Dinas Kesehatan hingga pukul 13:00 WIB. Setelah itu awak media mendatangi Kejari untuk memastikan pemeriksaan lanjutan terhadap Kapus. 

Tetapi sesampainya di Kejari pegawai setempat mengatakan bidang Pidsus telah pergi semua beberapa jam yang lalu. Setelah itu awak media berkeliling ke Puskesmas-puskesmas terdekat untuk memastikan tempat pemeriksaan dan amhirnya ditemukan tempat pemeriksaannya dilakukan di Puskesmas Wonogiri II. 

Pantauan di lapangan, beberapa Kapus dam pegawainya buru-buru meninggalkan lokasi ketika mengetahui kedatangan awak media. (Ysn)






Editor: Harian Momentum





Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos