Sosok Hebat Dibalik Kesuksesan Arinal Djunaidi (II)

img
Ketua DPD Partai Golkar Bandarlampung Yuhadi saat berorasi politik di hadapan ribuan pengunjung wayangan bersama Arinal Djunaidi di Pisangbaru Kabupaten Waykanan, Jumat, 30 Juni 2017.

Harianmomentum.com--Selalu ada orang hebat dibalik kesuksesan seseorang. Begitu pun dengan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Arinal Djunaidi yang berhasil menjadi gubernur periode 2019-2024. 

Keberhasilan itu tentu tak lepas dari peran aktif beberapa sosok yang berada dibelakangnya pada masa sosialisasi, kampanye hingga masa pencoblosan. Lantas siapa saja mereka?

Selain istrinya, orang yang berperan aktif dalam memenangkan Arinal Djunaidi adalah Ketua DPD Golkar Bandarlampung Yuhadi.

Sejak masa sosialisasi dimulai, Yuhadi sangat aktif mengampanyekan Ketua DPD Partai Golkar Lampung tersebut dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya.

Yuhadi merupakan juru kampanye dari Arinal yang saat itu masih berstatus sebagai bakal calon gubernur. Hampir di setiap kegiatan Yuhadi menyampaikan pidato politik.

Setelah Arinal resmi berpasangan dengan Chusnunia alias Nunik, sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, Yuhadi pun ditunjuk menjadi liaison officer (LO) atau tim penghubungnya.

Selama masa kampanye, Yuhadi pun kerap menyosialisasi Arinal - Nunik -sapaan akrab Chusnunia- dan meyakinkan masyarakat Lampung untuk memilih pasangan tersebut.

Baca juga: Sosok Hebat Dibalik Kesuksesan Arinal Djunaidi (I)

Kepada Harian Momentum, Rabu (12-6-2019), Yuhadi menceritakan suka dan duka yang dilaluinya selama mendampingi Arinal Djunaidi. Mulai dari masa sosialisasi, kampanye, pencoblosan penetapan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung terpilih.

"Saya mendampingi Pak Arinal sejak pendekatan ke partai-partai politik. Kemudian, pendaftaran dan uji kompetensi di partai politik. Sampai akhirnya deklarasi di PKB serta mendapat restu Partai Golkar dan PAN," tuturnya.

Sebagai LO dari Arinal - Nunik, Yuhadi hampir tidak pernah absen dalam mendampinginya. Baik dalam suka dan duka. Berangkat pagi pulang pagi, hingga menginap berhari-hari.

"Kalau menginap sudah tidak terhitung lagi. Paling seminggu itu pulang dua kali, bawa baju alakadarnya, makan seadanya. Namanya juga dalam perjuangan," jelasnya.

Bahkan, dia mengaku pernah menyeberangi lautan ke Pulau Tabuan di Tanggamus, juga mendaki gunung di Lampung Barat, untuk menemui masyarakat Lampung.

Meski demikian, dia sangat menikmati masa-masa tersebut. "Karena saya hobi, jadi banyak sukanya daripada dukanya," sebut Ketua DPD Partai Golkar Bandarlampung itu.

Dia menyeritakan pernah ketiduran akibat kelelahan saat dalam perjalanan dari Bukitkemuning Lampung Utara menuju Lampung Barat.

"Kemudian hari sudah subuh, Pak Arinal membangunkan saya, menarik kaki saya untuk salat. Itulah senangnya saya, beliau tidak pernah meninggalkan salat. Kami yang di sekitarnya pun jadi termotivasi," terangnya.

Selain itu, dia juga menyeritakan pada awal masa sosialisasi, banyak yang meremehkan dan Arinal, karena Ketua DPD Golkar Lampung itu merupakan newcomer (pendatang) di dunia politik.

"Awal kemunculan Pak Arinal, banyak yang mencemooh dan diejek karena tidak populer dan sebagainya," ujarnya.

Meski demikan, dia menerangkan hal tersebut justru menjadi motivasi Arinal untuk terus berjuang demi masyarakat Lampung agar lebih sejahtera.

"Alhamdulillah berkat keras tim dan perjuangan yang luar biasa terutama ibu (Riana Sari), akhirnya tantangan itu menjadi buah manis. Sampai dengan Pak Arinal dan Ibu Chusnunia dinyatakan menang," terangnya.

Tentunya perjuangan tersebut tidak sampai di situ saja, karena banyak munculnya riak-riak dalam demokrasi pasca pencoblosan pada 27 Juni 2018.

Yuhadi pun dipercaya untuk menghadiri setiap undangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk dimintai keterangan.

"Saya diberikan kuasa penuh untuk menghadapi riak-riak dalam demokrasi. Saya dikonfirmasi, disidang dan sebagainya. Tapi alhamdulillah keberanan tidak akan pernah ditutup kezoliman," terangnya.

Dia pun menjelaskan suka duka yang dihadapi selama mendampingi Arinal - Nunik menjadi pengalaman penting. "Saya menjadi dewasa dalam berpolitik dan mendapatkan ilmu dari Pak Arinal," terangnya.

Dia meyakini selama dipimpin Arinal dan Nunik, Lampung akan menjadi lebih maju lagi. "Karena saya sudah bersama beliau selama dua tahun tujuh bulan, beliau orang tegas dan sangan memegang komitmen. Saya yakin dan percaya dengan Pak Arinal, mampu membawa Lampung lebih maju dan lebih baik," tutupnya. (bersambung) (adw/ap)



Leave a Comment