Sidang Kasus Penikaman, Syech Ali Jaber Maafkan Pelaku Penusukan

img
Sidang perkara penikaman Syekh Ali Jaber di PN Tanjungkarang./ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Sidang lanjutan perkara penikaman Syekh Ali Jaber dengan terdakwa Alpin Andrian (24) kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Kamis (26-11-2020).

Dalam sidang teleconferance dengan agenda keterangan saksi ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi yakni Syekh Ali Jaber dan Rosmiati.

Dalam keterangannya, Syekh Ali Jaber sempat tidak menyadari jika saat itu telah diserang secara mendadak oleh terdakwa Alpin.

"Setelah ditikam Saya sampaikan pada para jemaah yang pegang dia (Alpin) mohon tolong diselamatkan, kasihan kasihan," ujar Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber menuturkan, saat itu salah satu jemaah juga sempat berteriak karena telah melukainya.

"Saya bilang dia juga manusia yang tak terlepas dari salah," kata dia.

Syech Ali Jaber menambahkan, saat peristiwa tersebut terjadi, sedang melaksanakan safari dakwah di Masjid Falahuddin Bandarlampung.

"Saat itu saya sedang memberikan tausyiah. Sebenarnya saya belum memulai acara karena waktu itu ingin menguji bacaan salah satu anak. Anak tersebut lulus lalu saya tawarkan hadiah. Anak itu bingung, maka saya minta untuk bertanya kepada ibunya, awalnya pengen sepeda saya bilang kalau gak bisa naik sepeda kenapa mau sepeda, maka tanya ibunya, dari pada bolak balik saya minta ibunya naik keatas," bebernya.

Syekh Ali Jaber melanjutkan, rencananya bersama anak tersebut akan berfoto namun memori handphone milik anak tersebut penuh sehingga tak cukup menyimpan gambar.

"Dan pada saat itu saya minta pinjam hp ke jemaah, saya waktu itu sedang menunggu siapa saja yang akan meminjamkan hp itu," tuturnya.

Syekh Ali Jaber mengungkapkan, saat sedang menunggu tersebut kemudian datanglah Alpin naik panggung dengan berlari.

"Saya tak sadar (Alpin bawa senjata), saya tidak menghadap ke kanan, dalam hitungan detik saya baru sadar orang itu meloncat membawa pisau," tambah Syekh Ali Jaber.

Syech Ali Jaber mengaku dengan refleks langsung berdiri dan menangkis sehingga terkena tangan.

"Saya sampaikan ke penyidik, sasaran kalau gak dada atau leher, karena saya duduk mungkin sasaran bagian atas, tapi atas izin Allah secara refleks kena tangan, lalu saya cabut pisau dengan tangan kiri baru saya tolong saudara Alpin karena dihajar banyak orang," ungkapnya.

Sementara terdakwa Alpin dalam sidang hari ini juga memanfaatkan momen untuk meminta maaf secara langsung kepada Syekh Ali Jaber yang menjadi saksi.

"Buat pak Syekh Ali Jaber saya minta maaf sebesar-besarnya atas perbuatan yang saya lakukan," kata Alpin terbata-bata dari Polresta Bandarlampung.

Dari layar komputer Syekh Ali Jaber tidak langsung menjawab melainkan menanyakan keadaan Alpin yang berada di tahanan Mapolresta Bandarlampung.

"Kamu baik-baik saja di sana?" tanya Syekh Ali Jaber yang mengikuti sidang dari Jakarta.

"Baik-baik Syekh," jawab Alpin.

"Jaga diri di sana, saya sudah sampaikan dari awal dihadapan keluarga dan jemaah saya maafkan dunia akhirat," kata Syekh Ali Jaber.

Tidak hanya itu, Syekh Ali Jaber juga berpesan dengan kepada Alpin untuk lebih rajin beribadah.

"Saudara Alpin perbaikan salatnya, dan perbaikan hubungan dengan Allah, Insyallah hidupmu akan lebih baik dan bahagia," tutup Syekh Ali Jaber.(**)

Laporan: Ira Widya

Editor: Agus Setyawan



Leave a Comment