Pemprov Anggarkan Rp36 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Pringsewu

img
Wakil Gubernur Jihan Nurlela meninjau penanganan jalan ruas Pringsewu-Pardasuka

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menganggarkan Rp36 miliar untuk perbaikan tiga ruas jalan di Pringsewu.

Ketiga ruas jalan itu: Pringsewu-Kalirejo Rp25 miliar, Pringsewu-Pardasuka Rp6 miliar dan ruas Pardasuka-Sukamara Rp5 miliar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung M Taufiqullah usai mendampingi Wakil Gubernur Jihan Nurlela meninjau jalan, Selasa (24-2-2026).

"Untuk ruas Pringsewu - Kalirejo tahun ini mendapat anggaran Rp25 miliar. Untuk jenis penanganannya menggunakan rigid beton sepanjang 2,5 kilometer dan ditargetkan selesai 100 persen. Jadi tidak ada lagi jalan berlubang di ruas tersebut," kata Taufiq, Selasa (24-2-2026).

Kemudian, ruas Pringsewu-Pardasuka dialokasikan Rp6 miliar untuk penanganan 600 meter japan dengan rigid beton.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah titik kerusakan di ruas tersebut yang akan ditangani secara bertahap pada tahun berikutnya.

"Untuk sementara, kita lakukan penanganan cepat menggunakan Unit Reaksi Cepat (URC) agar kondisi jalan tetap layak. Terutama menjelang arus mudik Lebaran supaya lebih aman dan nyaman dilalui," jelasnya.

Terakhir, ruas Pardasuka-Sukamara Rp5 miliar dengan penanganan menggunakan flexible pavement atau aspal sepanjang 700 meter.

"Insyaallah lubang-lubang di ruas itu bisa ditangani seluruhnya, sehingga kondisi jalan menjadi mantap. Tinggal menyisakan sekitar 3,5 kilometer yang akan kita lanjutkan penanganannya pada tahun depan," jelasnya.

Sementara, Jihan menyampaikan, penanganan jalan saat ini masih bersifat sementara melalui Unit Reaksi Cepat (URC). Sedangkan untuk penanganan permanen akan dilakukan setelah lebaran.

"Untuk jalan provinsi yang ada di Pringsewu, perbaikan mencakup sepanjang 3,8 kilometer. Sekarang ini masih penanganan sementara melalui URC, seperti penambalan. Insya Allah bulan Maret akan dilakukan penanganan secara rigid atau permanen," jelasnya.

Menurut dia, penanganan sementara itu untuk menutup lubang yang ada. Sehingga saat arus mudik berlangsung, pemudik dapat nyaman melaluinya.

Khusus di ruas Pringsewu-Pardasuka, terdapat tiga segmen dalam penanganan 600 meter yang seluruhnya sudah diintervensi oleh tim URC.

Terkait kritik masyarakat terhadap kondisi jalan, Jihan menilai hal tersebut sebagai bentuk aspirasi yang wajar dan menjadi dorongan bagi pemerintah untuk bekerja lebih maksimal.

"Kritik dari masyarakat itu bagian dari aspirasi. Itu justru menjadi momentum bagi kami untuk bekerja lebih giat lagi," tuturnya. (**)









Leave a Comment

Tags Berita

Featured Videos