MOMENTUM, Bandarlampung--Ada yang menarik dalam aksi demo Aliansi Lampung Melawan Senin ini, 23 Februari 2026.
Seratusan mahasiswa itu datang dengan membawa tuntutan soal isu pendidikan di Lampung dan nasional.
Seperti biasa, para orator terus menyerukan orasinya secara bergantian. Berbagai keresahan pun disampaikan di mimbar bebas itu.
Sampai ketika, ada salah satu orator yang menyinggung soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Aliansi Lampung Melawan Geruduk DPRD Lampung, Soroti Isu Pendidikan
Menurutnya, program inisiasi Presiden Prabowo itu mirip dengan yang terjadi pada masa kolonial Belanda. Siswa diberi makan, namun mutu pendidikan tak begitu diurusi.
"Saat ini ada program MBG, apa saya harus menjelaskan lagi sejarah MBG ini?! Jadi bapak-bapak, pada zaman kolonial Belanda menjajah negeri kita, kita peribumi itu dikasih makanan Bapak, dikasih nasi, bukan dikasih penidikan," kata sang orator dihadapan Polisi yang tengah berjaga.
Ia melanjutkan, tujuan pemberian makanan gratis kala kolonial dulu ialah agar anak-anak tidak begitu mementingkan pendidikan.
"Karena apa, Bapak-Bapak? Karena kita disuruh bodoh oleh Belanda waktu itu. Kalau misalnya kita dikasih penidikan yang bagus, pintar kita itu, ngelawan kita sama Belanda itu," lanjutnya.
Dia menyebut, kekhawatiran serupa kembali muncul atas adanya program besar MBG. Sementara ia menilai mutu pendidikan saat ini belum terlalu baik.
"Nah, hari ini terjadi lagi. Kita dikasih makanan, bukan dikasih penidikan yang bagus," ujarnya.
Diketahui, baru-baru ini juga marak terjadi dugaan keracunan siswa usai menyantap menu MBG. Malahan, di Lampung ada beberapa dapur SPPG yang dinonaktifkan sementara oleh BGN. (**)
Editor: Muhammad Furqon
